A. dapat memperluas wawasan siswa, serta meningkatkan pengetahuan

A.   Latar Belakang  Pendidikan adalah usaha yangterencana untukmewujudkan suasana belajar yang nyaman agar peserta didik dapatmengembangkan potensi didalam dirinya untuk pengendalian diri, kepribadian,serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya dan masyarakat disekitarnya.Ada 2 faktor yang mempengaruhi terbentuknya karakter manusia yakni nature(alami atau fitrah) dan nurture (sosialisasi dan pendidikan). Dalam agamapun dijelaskan bahwa setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk berbuatkebaikan. Karakter ini harus ditanamkan sejak kecil, agar ketika anak tersebutberada dilingkungan sekitarnya misal sekolah anak tersebut akan menciptakanrasa nyaman terhadap dirinya dan teman-temannya, suasana dikelas pun menjadilebih kondusif, dan berpengaruh juga pada naiknya prestasi akademik siswadisekolah.

Sastra pada hakikatnya juga dikaitkan dengan eksrpresi, baik secaralisan maupun tulisan. Sastra juga dikaitkan dengan kreasi dari penciptanya yangcenderung dinamis, jadi sastra itu selalu berubah dari zaman-ke zaman, dansastra ini merupakan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan ke kreatifitasansiswa.Tujuan dari pembelajaran sastra dalam mata pelajaran BahasaIndonesia di kelas ialah  memanfaatkankarya sastra agar dapat memperluas wawasan siswa, serta meningkatkanpengetahuan dan kemampuan berbahasa siswa.

Dengan mempelajari sastra siswa jugadapat meningkatkan penalaran, membangun kepribadian yang baik, mengembangkanimajinasi siswa dan kepekaan terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya. Begitupulasastra memiliki peran penting dalam kehidupan manusia untuk membentuk karaktermanusia itu sendiri.Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untukmelakukan penelitian yang berjudul ” Pengaruh pembelajaran sastra dalampembentukan karakter siswa di sekolah dasar negri 17 pagi” B.    Metode penelitianPenelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni dengan memahamiinforman kunci dan menempatkan mereka secara tepat dalam konteks. Metode inimengharuskan peneliti membangun asumsi dari pengamatan langsung. Penelitian kualitatifini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mengumpulkan data yangspesifik, menganalisis secara induktif, menafsirkan dan menganalisis data.Jenis penelitian yang dilakukan diSekolah dasar negri 17 pagi ini adalah jenis penelitian deskriptif yaitupenelitian yang bertujuan untuk memecahkan maslah dengan memaparkan keadaanobjek yang diselidiki sebagaimana adanya, berdasarkan fakta-fakta yang aktualpada saat sekarang ( Nawawi, 1992: p.

85). Penelitian ini dilaksanakan diSekolah Dasar Negri 17 Pagi dengan guru Bahasa Indonesia yang menjadi subjek. Teknik yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang diperlukanyakni wawancara dan observasi. Observasi dilakukan dengan melakukan pengumpulandata yang diambil dari informan. Wawancara dilakuakn agar peneliti dapatmengetahui hal-hal secara mendalam mengenai informan dan fenomena yang terjadipada saat itu, dimana hal ini tidak bisa didapat melalui observasi. C.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

   Pembahasan1.     Pendidikan karakterPendidikan karakter ialah penanaman nilai karakter yang menggunakanpengetahuan, kesadaran dan tindakan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut baikuntuk diri sendiri, kepada sesama, dan lingkungan. Pendidikan karakter jugaharus ditanamkan disekolah, dan hal ini harus melibatkan semua komponendisekolah yaitu kurikulum pembelajaran, proses pembelajaran dan penilian, pengelolaanmata pelajaran, pengelolaan sekolah, pemberdayaan sarana dan prasarana, sertaproses kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.Pendidikan karakter dapat dimasukkan pada setiap mata pelajarandengan materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma-norma dan dikaitkandengan konteks kehidupan sehari-hari. Siswa diberikan pengalaman yang memangdirasakan siswa dalam kehidupan nya sehari-hari dimasyarakat.

Dua tugas dari adanya pendidikan karakter ini ialah mengembangkankemampuan moral yang dimiliki siswa. Pengembangan ini berfokus pada terciptanyasiswa yang memiliki kecerdasan intelektual dan siswa yang memiliki karakter yangkuat ( Koesoema, 2007:118)Di lingkungan sekolah pencapaian pendidikan karakter ialah denganterbentuknya budaya di sekolah, yakni kebiasaan sehari-hari di sekolah,perilaku dan tradisi, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua wargasekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut. Cara yang dapat dilakukanuntuk menanamkan pendidikan karakter ini adalah melalui apresiasi sastra. Apresiasisastra ini adalah pembelajaran yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilaimoral seperti nilai kejujuran, pengorbanan, kepedulian terhadap sesama, cintatanah air, santun, dan lain sebagainya yang memang banyak ditemukan di dalamkarya-karya sastra.

Jenis karya sastra itu seperti puisi, cerita pendek, noveldan drama.Kurikulum sangat berhubungan erat dengan usaha untuk mengembangkanpotensi siswa yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kurikulum yangdigunakan juga diperuntukkan untuk anak didik. 2.     Pengertian sastraSastra merupakan kegiatan seni yang berhubungan dengan ekspresi danpenciptaan. Dalam seni banyak mengandung unsur-unsur kemanusiaan sepertiperasaan. Maka dari itu sastra tidak bersifat universal karena sastra selaluberubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Sastra merupaka kegiatan yangkreatif yang dikaitkan dengan ekspresi baik secara lisan maupun tulisan. Melaluipembelajaran sastra ini pula siswa dilatih untuk mempertajam kepekaan terhadaplingkungan sekitar, kepekaan terhadap masyarakat dan meningkatkan dayaimajinasi anak.Kandungan dalam setiap karya sastra mencakup imajinasi, pengalamandan nila-nilai. Dengan kegiatan apresiasi sastra ini pula siswa dilatihkecerdasan intelektualnya, juga kecerdasan emosionalnya. Sastra memberikanajaran kebaikan sekaligus dengan hiburan, maka dari itu bahasa yang digunakanpun menggunakan bahasa yang tersusun dengan indah.

Karya sastra yang baik adalah karya yang dapat mengungkapkanhal-hal yang tidak bisa dijelaskan orang lain. Didalam karya sastra memangbanyak ajakan moral, yang bersifat universal. Dari aspek gubahan, sastra dibuatsemenarik dan seindah mungkin sehingga membuat orang yang membaca, melihat danmendengar nya pun menjadi senang menikmatinya. Dari aspek isi terdapat nilaimoral yang berguna untuk menanamkan pendidikan karakter siswa ( Haryadi : 2011:4)3.     Sastra sebagai media pembentukan karakterSeorang filsuf dan ahli sastra menyatakan fungsi sastra adalahsebagai media katarsis yakni pembersih jiga bagi yang menulis maupun yangmembaca. Setelah membaca karya sastra perasaan dan fikiran nya menjadi terbukakarena banyak mendapatkan ilmu, dan menjadi senang karena mendpaatkan hiburan.Karya sastra yang dipilih untuk bahan ajar adalah karya sastra yangberkualitas baik secara estetis maupun etis. Karya sastra yang baik mampumembimbing siswa menjadi pribadi yang baik.

Pemanfaatan karya sastra secaraekspresif sebagai media pendidikan karakter melalui pengelolaan emosi,perasaan, semanga, ide dan pandangan siswa ke dalam bentuk kreativitas denganmenulis karya sastra serta bermain drama. Siswa dibimbing untuk menamkan dalam dirisetelah itu baru dituangkan dalam karya sastra yang akan menghasilkan karyaberupa puisi, pantun, drama, novel dan cerpen.  Pembelajaran sastra ini diarahkan pada tumbuhnya sikap apresiatifterhadap karya sastra, dengan menghargai setiap karya sastra yang ada.

Dalam pembelajaranini ditanamkan pengetahuan tentang karya sastra, ditumbuhkan kecintaan terhadapkarya sastra, dan dilatih untuk menghasilkan karya sastra. Kegiatan aspresiatif dilakukan melalui kegiatan seperti membaca danmendengarkan karya sastra, mengarang cerita, mementaskan karya sastra misalkanpuisi, cerpen, drama. Tema-tema sastra dikelompokkan untuk dijadikan sebagaimedia pendidikan karakter siswa. Karya sastra mengetengahkan berbagai tema ,agar siswa dapat diajak untuk mengenali tingkatan watak atau karakter dirisendiri. Setelah siswa mengenali, guru harus membimbing siswa untuk memahamikualitas karakternya kearah yang lebih baik.

Siswa diajak untuk berdialogdengan tokoh didalam karya sastra yang berkualitas, dengan demikian dapatdibentuk karakter dalam siri siswa dan ditanamkan dalam perilaku sehari-harimereka. D.   KesimpulanBerdasarkanpembahasan dalam penelitian, makadisimpulkan bahwa :1.     Pendidikankarakter ialah penanaman nilai karakter yang menggunakan pengetahuan, kesadarandan tindakan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut baik untuk diri sendiri,kepada sesama, dan lingkungan. Pendidikan karakter juga harus ditanamkandisekolah, dan hal ini harus melibatkan semua komponen disekolah yaitukurikulum pembelajaran, proses pembelajaran dan penilian, pengelolaan matapelajaran, pengelolaan sekolah, pemberdayaan sarana dan prasarana, serta proseskerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.2.

     Pembelajaransastra menjadi sarana yang efektif untuk pendidikan karakter karena dengan karyasastra siswa dapat memiliki nilai-nilai kehidupan yang menjadi inspirasi bagianak untuk melakukan sikap yang positif. Dengan karya sastra akan membuat siswalebih mengenal banyak karalter, memcintai, dan mendorongnya untuk berbuatkebaikan.3.      Karya sastra yang baik adalah karya yang dapatmengungkapkan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan orang lain. Didalam karya sastramemang banyak ajakan moral, yang bersifat universal.4.

     Seorangfilsuf dan ahli sastra menyatakan fungsi sastra adalah sebagai media katarsisyakni pembersih jiga bagi yang menulis maupun yang membaca. Setelah membacakarya sastra perasaan dan fikiran nya menjadi terbuka karena banyak mendapatkanilmu, dan menjadi senang karena mendpaatkan hiburan.5.

     Pengaruhsastra dalam pembentukan karakter siswa tidak hanya didasarkan pada nilai yangterkandung di dalamnya. Pembelajaran sastra yang bersifat apresiatif pun saratdengan pendidikan karakter. Kegiatan membaca, mendengarkan, dan menontonkarya sastra padahakikatnya menanamkankarakter tekun, berpikir kritis, dan berwawasan luas.6.

     Melaluikarya sastra yang mengetengahkan berbagai tema, siswa dapat diajak untukmengenali dan memahami kualitas tingkatan watak atau karakternya sendiri.