BAB – cara menanggulangi permasalahan tersebut yang harus

BAB I

PENDAHULUAN

A.
Latar Belakang

            Hubungan timbal balik antara makhluk
hidup satu dengan makhluk hidup lainnya atau dengan benda mati di suatu
lingkungan dapat membentuk suatu ekosistem. Ekosistem sendiri terbagi menjadi
dua, yaitu ekosistem darat dan ekosistem laut. Terdapat berbagai jenis
ekosistem darat atau bioma yang terdapat di dunia. Akibat populasi manusia yang
lambat laun semakin banyak, makin banyak pula permasalahan atau kerusakan
ekosistem yang timbul akibat ulah manusia maupun dari alam. Untuk mengatasi
agar permasalahan atau kerusakan ekosistem tidak bertambah parah, dibutuhkan
cara – cara menanggulangi permasalahan tersebut yang harus dilakukan oleh
manusia. Selain itu manusia harus memelihara dan menjaga keseimbangan ekosistem
sesuai dengan ajaran agama yang telah dianut oleh mereka. Di makalah ini, akan
dibahas tentang ekosistem darat secara mendalam.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

B. Rumusan Masalah

            1. Bagaimana keadaan ekosistem darat
di dunia saat ini?

            2. Bagaimana perspektif Agama Islam
terhadap ekosistem darat?

C. Tujuan

            1. Untuk menjelaskan keadaan
ekosistem darat di dunia saat ini.

            2. Untuk menjelaskan perspektif Agama Islam terhadap
ekosistem darat.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Keadaan Ekosistem Darat di Dunia
Saat Ini

            Menurut Woodbury (1954), ekosistem
merupakan tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya terdapat habitat,
tumbuhan, dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan yang utuh,
sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran
energi. Ekosistem terbagi menjadi dua, yaitu ekosistem darat dan ekosistem
laut. Ekosistem darat atau yang biasa disebut dengan terestrial merupakan
ekosistem yang faktor lingkungannya lebih didominasi oleh daratan. Komponen –
komponen yang terkandung dalam ekosistem darat ada dua, yaitu komponen abiotik
(benda tidak hidup) dan komponen biotik (benda hidup atau makhluk hidup).
Ekosistem sendiri terdapat di area yang sangat luas yang biasa disebut dengan
bioma. Bioma dapat dicirikan dengan kondisi iklim yang sedang terjadi.

            Ada beberapa tipe dari ekosistem
darat atau bioma yang ada di bumi, antara lain hutan hujan tropis, gurun,
taiga, padang rumput, sabana, hutan gugur, dan lain – lain. Persebaran dari
masing – masing ekosistem darat ini berbeda – beda, tergantung dengan keadaan
iklim di masing – masing negara pula. Di sini akan dijelaskan pengertian dan
ciri – ciri  beberapa bioma yang ada,
yaitu hutan hujan tropis, taiga, dan gurun.

            Hutan hujan tropis merupakan tipe
hutan yang berada di daerah beriklim tropis ( daerah yang berada di sekitar
garis khatulistiwa ) yang tingkat curah hujannya sangat tinggi ( lebih dari
1.200 mm) per tahunnya. Meski memiliki curah hujan yang sangat tinggi, tipe
hutan ini mendapatkan sinar matahari yang cukup sehingga tidak mengganggu
proses fotosintesis tumbuhan – tumbuhan yang tumbuh di dalamnya. Dari hasil
fotosintesis yang baik untuk tumbuhan tersebut, di hutan hujan tropis terdapat
pohon yang rata – rata memiliki tinggi sekitar 55 meter serta ditumbuhi dengan
tumbuhan rambat seperti bunga anggrek dan rotan. Selain itu, terdapat pula
fauna yang tinggal di hutan ini seperti macan tutul, ular, kelelawar, burung,
babi hutan, dan lain – lain. Tipe hutan ini dapat ditemui di daerah sekitar
sungai Amazon dan kawasan Asia Tenggara.

            Taiga atau yang biasa disebut dengan
hutan boreal adalah hutan cemara yang tumbuh di tanah yang kurang mengandung
mineral dan berasam dan terletak di antara kawasan iklim subtropis  dengan kawasan iklim kutub. Bioma ini
terdapat di daerah Amerika Utara, Alaska, Semenanjung Skandinavia, dan Eurasia.
Pertumbuhan tumbuhan di taiga terjadi ketika musim panas berlangsung, yang
berlangsung sekitar tiga sampai enam bulan lamanya. Flora yang tumbuh di bioma
taiga cenderung seragam atau homogen dan fauna yang tinggal di dalamnya
tergolong khas, seperti serigala, lynx, dan beruang hitam.

            Sedangkan gurun merupakan padang
berukuran sangat luas yang sangat kering dan terletak pada lintang antara 15
dan 40 derajat utara dan selatan equator. 
Curah hujan yang sangat rendah yaitu kurang dari 25 mm per tahunnya, menyebabkan
daerah gurun bersifat tandus dan memiliki flora yang memiliki daun berukuran
kecil. Karena memiliki kecepatan evaporasi yang tinggi dan kelembapan udara
yang rendah, terjadi perbedaan suhu yang sangat ekstrim antara siang hari dan
malam hari. Sedangkan fauna yang terdapat di bioma ini bersifat nokturnal.

            Seiring berjalannya waktu, dari
beberapa bioma yang ada kini telah mengalami permasalahan atau kerusakan akibat
populasi manusia yang bertambah besar. Ulah manusia yang tidak bertanggung
jawab dan lebih mementingkan kepentingan golongannya sendiri mengakibatkan
terjadinya ketidakseimbangan di suatu ekosistem. Tetapi permasalahan atau
kerusakan ekosistem juga dapat terjadi karena faktor alam. Kerusakan yang
disebabkan oleh dua faktor tersebut dapat mengakibatkan kelangkaan atau
kepunahan pada flora dan fauna. Contoh dari permasalahan atau kerusakan suatu
ekosistem adalah terjadinya pencemaran tanah dan kebakaran hutan.

            Pencemaran tanah merupakan perubahan
warna, bau, struktur, dan kandungan yang terdapat di dalam tanah. Pencemaran
terjadi akibat tanah terkontaminasi oleh zat – zat kimia berbahaya sehingga
mengurangi tingkat kesuburan tanah. Selain terkontaminasi oleh zat – zat kimia,
pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh pengikisan humus oleh air. Dampak
dari pengikisan lapisan humus ini adalah menurunnya produktivitas tanah. Tanah
yang kurang subur menyebabkan tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan baik dan
mempengaruhi kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya. Rantai makanan yang
tidak dapat berjalan dengan baik mengakibatkan kepunahan suatu fauna maupun
flora. Cara untuk mengatasi masalah pencemaran tanah ini adalah dengan
menyaring terlebih dahulu limbah sebelum dibuang agar zat – zat kimia yang
terkandung di limbah tidak merusak tanah dan tidak menggunakan pestisida secara
berlebihan atau dengan mengganti dengan pestisida yang lebih ramah lingkungan.

            Kebakaran hutan merupakan salah satu
bencana alam yang dapat merusak suatu tatanan ekosistem. Kebakaran dapat
terjadi karena adanya faktor dari alam dan akibat ulah manusia. Faktor dari
alam yang dapat menyebabkan kebakaran hutan adalah karena kemarau yang
berkepanjangan. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh ulah manusia adalah
pembakaran lahan hutan secara disengaja untuk dijadikan lahan baru seperti
untuk tempat pemukiman baru. Dampak dari kebakaran hutan ini, selain merusak
paru – paru dunia akibat habisnya pepohonan juga berdampak pada binatang yang
tinggal di hutan tersebut. Binatang – binatang tersebut kehilangan tempat
tinggal dan banyak yang mati kelaparan akibat tidak ada makanan yang tersedia.
Cara menanggulangi masalah kebakaran hutan yang disebabkan manusia ini adalah
dengan meningkatkan kesadaran diri tentang pentingnya menjaga keseimbangan
ekosistem yang ada dan memilih cara lain selain membakar hutan jika ingin
membuka lahan baru.

B. Perspektif Agama Islam terhadap
Ekosistem Darat

            Disetiap ajaran agama yang dianut
oleh manusia, pastilah mengajarkan kebaikan – kebaikan untuk menjalani
kehidupan sehari – hari termasuk ajaran Agama Islam. Dalam ajaran Agama Islam
juga terdapat perintah Allah yang ditujukan kepada manusia untuk menjaga keadaan
alam sekitarnya demi kelangsungan hidup semua makhluk. Perintah yang berisi
untuk menjaga kelestarian alam terdapat dalam Al- Quran Surat Al-Anbiya ayat
107 dimana Allah SWT berfirman ????? ????????????? ?????? ???????? ??????????????
. Yang Artinya : “Dan tiadalah kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi)
rahmat bagi semesta alam” .

            Selain itu Allah juga telah
mengingatkan bahwa akan ada kerusakan ekosistem atau alam karena ulah manusia
yang terdapat dalam Al- Quran Surat Ar-Rum ayat 41 yang berbunyi ?????? ?????????? ??? ????????
??????????? ????? ???????? ??????? ???????? ????????????? ?????? ??????? ????????
??????????? ???????????.

Yang
Artinya : ” Telah nampak kerusakan di darat dan di laut yang disebabkan karena
perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari
(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

BAB III

PENUTUPAN

A. Kesimpulan

            Ekosistem darat atau yang biasa
disebut dengan terestrial merupakan ekosistem yang faktor lingkungannya lebih
didominasi oleh daratan. Ekosistem sendiri terdapat di area yang sangat luas
yang biasa disebut dengan bioma. Bioma dapat dicirikan dengan kondisi iklim
yang sedang terjadi. Ada beberapa tipe dari ekosistem darat atau bioma yang ada
di bumi, antara lain hutan hujan tropis, gurun, taiga, padang rumput, sabana,
hutan gugur, dan lain – lain. Seiring berjalannya waktu, dari beberapa bioma
yang ada kini telah mengalami permasalahan atau kerusakan akibat populasi
manusia yang bertambah besar. Ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dan
lebih mementingkan kepentingan golongannya sendiri mengakibatkan terjadinya
ketidakseimbangan di suatu ekosistem. Tetapi permasalahan atau kerusakan
ekosistem juga dapat terjadi karena faktor alam. Disetiap ajaran agama yang
dianut oleh manusia, pastilah mengajarkan kebaikan – kebaikan untuk menjalani
kehidupan sehari – hari termasuk ajaran Agama Islam. Dalam ajaran Agama Islam
juga terdapat perintah Allah yang ditujukan kepada manusia untuk menjaga keadaan
alam sekitarnya demi kelangsungan hidup semua makhluk.

B. Saran

            Untuk mengurangi dan menghindari
kerusakan ekosistem darat, kita sebagai manusia yang beragama harus meningkatkan
iman dan taqwa. Dengan meningkatnya keimanan dan ketaqwaan, maka secara tidak
langsung kesadaran diri akan pentingnya memelihara dan menjaga lingkungan serta
ekosistem juga akan tumbuh.