BAB dan perempuan.1.2. Rumusan Masalah• Apakah perbedaan antara

BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangDewasa ini, kesetaraan gender biasanya selalu diartikan dengan kondisi tidak adanya “kesetaraan” yang sering dialami oleh para perempuan. Sampai saat ini diskriminasi yang berdasar pada gender masih terasakan hampir di seluruh dunia, termasuk di Negara yang telah melaksanakan demokrasi sendiri. Berbagai cara tengah dilakukan dan diupayakan untuk mengurangi ketidaksetaraan gender yang menyebabkan ketidakadilan sosial. Upaya tersebut banyak dilakukan melalui individu, kelompok bahkan  negara dan dalam lingkup lokal, nasional dan internasional. Upaya upaya tersebut digalakkan untuk menjamin kesetaraan hak-hak asasi dan mengatasi diskriminasi dari kesenjangan gender itu sendiri. Berbagai peristiwa mengenai perempuan di berbagai penjuru dunia juga telah mendorong  perkembangan dari perdebatan panjang tentang pemikiran gender dan seks sendiri.Pemahaman yang mendalam dari konsep gender tersebut sangatlah penting karena gender memiliki banyak arti dan definisi. Gender yang merupakan kata kunci dalam pembahasan bab ini akan menghindarkan kita dari memahami hal yang merupakan kekeliruan  antara masalah-masalah terhadap perempuan  yang muncul, disamping itu kata kunci ini juga untuk memudahkan pemahaman kita atas konsep gender yang merupakan kata serapan yang dimasukkan ke dalam konteks Indonesia.Gender merupakan peran, misalnya peran laki-laki yang sebagai pemimpin rumah tangga dan tulang punggung keluarga, sedangkan seks merupakan jenis kelamin yang mana jenis kelamin itu hanya ada dua di dunia yaitu laki-laki dan perempuan.1.2. Rumusan Masalah• Apakah perbedaan antara gender dan seks?• Apakah pengertian dari kesetaraan gender?• Bagaimana pandangan agama terhadap kesetaraan gender?• Bagaimana pandangan agama terhadap perempuan?• Bagaimana pandangan agama terhadap perempuan yang bekerja?1.3. Tujuan• Mengetahui perbedaaan antara gender dan seks• Mengetahui pengertian dari kesetaraan gender• Mengetahui bagaimana pandangan agama terhadap kesetaraan gender• Mengetahui bagaimana pandangan agama terhadap perempuan• Mengetahui bagaimana pandangan agama terhadap perempuan yang bekerja1.4. Manfaat• Menambah wawasan tentang kesetaraan gender• Menambah wawasan tentang spesifikasi dan perbedaan arti seks dan gender• Dapat dijadikan bahan kajian dan menambah khasanah kepustakaan• Menambah nilai mata kuliah TPB (Tahap Penerimaan Bersama)• Sebagai pelengkap nilai akhir mata kuliah TPB (Tahap Penerimaan Bersama)• Sebagai sumber informasi dan referensi bagi siapa saja yang membacaBAB IIPEREMPUAN DAN ISLAM2.1. Hakikat perempuanPrinsip pokok dalam ajaran agama Islam adalah persamaan antara manusia. Perbedaan yang patut digarisbawahi hanya bagian dari pengabdian dan seberapa taatnya manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagaimana firmanNya yang berbunyi, “Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (terdiri) dari lelaki dan perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal, sesungguhnya yang termulia di antara kamu adalah yang paling bertakwa” (QS Al-Hujuraat : 13). Konsep penciptaan perempuan merupakan hal yang paling mendasar yang harus dibahas. Al-Quran tidak menyebutkan secara rinci tentang asal-usul penciptaan perempuan, akan tetapi Al-Quran menolak berbagai macam pendapat yang membedakan antara perempuan dan laki-laki.Pendapat tentang persamaan antara laki-laki dan perempuan dapat dipertegas dalam surat Ali ‘Imron ayat 195 yang menyebutkan bahwa, “Sebagian kamu adalah bagian dari sebagian yang lain”. Yang mana maksudnya adalah (anak) laki-laki berasal dari laki-laki (ayah) dan perempuan (ibu), demikian pula sebaliknya (anak) perempuan berasal dari laki-laki (ayah) dan perempuan (ibu). Mereka berdua sama-sama manusia. Dipertegas melalui ayat Allah yang berbunyi,”Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal, baik lelaki maupun perempuan”(QS. Ali-Imron : 195).Berdasarkan ayat di atas, Al-Quran telah membersihkan pandangan dari masyarakat yang membedakan antara lelaki dan perempuan, terutama dalam bidang kemanusiaan. Terdapat ayat-ayat dalam Al-Quran yang juga menjelaskan bahwa lelaki ataupun perempuan dapat tergoda bujuk rayu iblis seperti yang telah disebut pada kisah kebersamaan antara Adam dan Hawa. Yang berarti baik laki-laki maupun perempuan, kedua-duanya mempunyai kesempatan yang sama rata untuk menentukan nasib hidup masing-masing. Laki-laki bertindak sebagai pemimpin sesuai dengan perannya dalam rumah tangga yang berarti ia bertanggung jawab untuk melindungi dan mengayomi pasangannya dan menghormati apa yang menjadi fitrahnya.Pada zaman jahiliyah dulu, wanita tak berati apa-apa, dia hanyalah sampah yang tak ada gunanya, yang merupakan tempat pelampiasan nafsu bangsa-bangsa jahiliyah pada zaman itu. Kemudian Islam datang dan mengangkat derajat mereka. Syariat sudah menjelaskan bahwa wanita adalah tulang rusuk, jika ia baik maka baiklah semuanya. Sebagaimana hadits sahih nabi berikut yang berbunyi,”Saling pesan-memesanlah untuk berbuat baik kepada perempuan, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok”(HR Bukhari, Muslim dan Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah).Tulang rusuk yang bengkok disini mempunyai arti, jika mereka berlaku keras dan kasar kepada perempuan, maka seperti tulang rusuk yang dipaksa lurus, patahlah tulang rusuk tersebut. Maka dari itu, perempuan diciptakan untuk diperlakukan secara baik, diperlakukan secara halus dan lembut. Kalaupun ingin memperbaiki sifat dan karakternya perbaikilah dengan perilaku yang baik dan lembut tanpa paksaan karena jika dipaksa hasilnya sama sekali tidak akan bagus.Berdasarkan pada hal tersebut maka laki-lakilah sebagai qawamah (pemimpin) bagi wanita, sebagaimana dijelaskan dalam ayat Allah sebagai berikut:{ ….?????? ?????? ??? ?????? ??? ??? ???? ????? ??? ??? }”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)…” (Q.S An-Nisaa : 34)Baginda Rasulullah shallaahu’alaihiwasallam selalu mengingatkan kepada ummatnya, bahwa wanita perlu menjaga dirinya sebaik-baiknya, mulai dari pakaian, pergaulan, tutur kata, dsb. Di situlah hakikat seorang wanita terutama wanita muslimah. Sebagaimana sabda baginda nabi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut,”Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaithon menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah)”. (At Tirmidzi, dishohihkan dengan syarat Muslim oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i dalam Ash Shohihul Musnad, 2/36).2.2. Hak dan kewajiban perempuanHak-hak perempuan1. Hak WarisDiantara kemuliaan perempuan dalam Islam adalah hak mendapat warisan. Hak ini telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. di dalam Al-Quran, terutama dalam Surahnya kaum perempuan yaitu S?rah an-Nis?’. Surah ini berbicara khusus tentang hak-hak perempuan berkaitan dengan hak waris (maw?r?ts) (Qs. An-Nis?’ 4:11-13).2. Hak Menuntut IlmuKeistimewaan lain perempuan salam islam, yakni: hak menuntut ilmu. Hak menuntut ilmu bagi perempuan dalam Islam tidak membeda-bedakan apakah dia seorang perempuan yang merdeka atau budak yang sesuai riwayat dari Ab? Burdah, disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. bersabda, “Siapa saja yang memiliki satu budak perempuan lalu dia mengajarkan ilmu dan adab dengan sebaik-baiknya. Kemudian, dia merdekakan dan menikahinya maka dia mendapat dua pahala.”Menurut Islam juga, ilmu merupakan hak yang mendasar dalam manusia dan tidak boleh dihilangkan. Karena suatu masyarakat tidak akan maju bila hanya bergantung pada makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal saja. 3. Hak KepemilikanAl-Quran menyatakan,” Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan”. (QS an-Nisa:32). Ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa apa yang diusahakan atau diperjuangkan perempuan adalah hak miliknya. 4. Hak-hak PolitikDalam Islam, laki-laki maupun perempuan sama-sama mempunyai hak dalam berpolitik yang meliputi hak memberikan suara, hak berserikat, berperang dan mempertahankan negaranya, dan hak untuk ikut serta dalam diplomasi dan kesepakatan politik.5. Hak-hak KeluargaMenurut agama islam, perempuan boleh menolak siapa saja yang ia anggap tidak memenuhi syarat untuk dinikahi. Tidak ada yang dapat memaksakan pernikahan padanya. Menurut Islam suatu pernikahan dimana perempuannya tidak ridha, maka tidak sah.6. Hak-hak SosialIslam menempatkan perempuan sama dengan laki-laki dalam semua urusan sosial dan tahap-tahap yang diberikan adalah ketika tidak mengganggu tanggung jawab khususnya dan fitrahnya serta komitmennya terhadap suami dan anak-anaknya dan tidak mengosongkan dirinya dari seni menjadi makhluk perempuan.Kewajiban perempuan1. Menjaga shalat lima waktu dan melaksanakannya di awal waktu. Shalat tidak oleh ditunda-tunda ataupun dilalaikan karna shalat merupakan rukun kedua dalam agama Islam  dan barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah merobohkan tiang agamanya sendiri.2. Melaksanakan rukun-rukun Islam lainnya seperti puasa, zakat , dan haji jika mampu yang merupakan amalan sangat penting dan banyak pahalanya di sisi Allah. Dalam hadist Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apakah ada jihad untuk kaum wanita?”. Rasulullah menjawab, “Ya, mereka memiliki jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu:  Ibadah haji dan umrah” (HR Ahmad dan Ibnu Majah ). Sabda Rasulullah,”Wahai sekalian wanita, bersedekahlah, karena sesungguhnya diperlihatkan padaku (dalam mimpi) bahwa kalian adalah penduduk neraka yang terbanyak…” (HR Bukhari : 203).3. Wanita yang telah menikah wajib menaati dan memuliakan suami, melayaninya  dengan penuh keikhlasan, dan tidak berbicara kasar kepada suami, karena salah satu sebab dari banyaknya kaum hawa masuk neraka yang terbanyak adalah adanya durhaka terhadap suami.4. Menjaga kehormatan dan kemuliaan diri seperti, menjauhi zina (pacaran dan pergaulan bebas), memakai jilbab sampai menutup aurat dari yang bukan mahram.5. Mendidik anak dan keturunannya dengan pendidikan agama dan akhlak yang baik.6. Banyak berzikir mengingat Allah dan menjauhi ghibah.7. Banyak bersabar dan tidak mudah mengeluh. Hal-hal yang dilarang Allah seperti cepat mengeluh, berteriak-teriak , menampar pipi, menyobek pakaiannya, atau perbuatan-perbuatan jelek lain yang menandakan ketidaksabaran dalam dirinya. 8. Senantiasa menjaga keikhlasan dalam setiap amalan, dan tidak beribadah kecuali sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. Sabda Rasulullah: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya ” (HR Bukhari Muslim).9. Selalu berakhlak baik dan berteman dengan muslimah yang tingkah laku dan akhlaknya baik.Sebagaimana sabda Rasulullah,”Setiap orang tergantung dari agama (akhlak) saudaranya, maka hendaknya kalian memilih siapa yang hendak dijadikan sebagai sahabatnya” (HR Muslim)BAB IIIPENUTUP3.2. KesimpulanTidak seperti kitab-kitab suci yang lain, al-Quran memberi kemuliaan yang amat positif terhadap perempuan. Hal ini dapat dilihat dari salah satu isi al-Quran yang berkaitan tentang asal-usul dan reproduksi manusia. Al-Quran tidak pernah sekalipun member petunjuk untuk bersikap diskriminatif terhadap kaum perempuan.Pandangan negatif terkadang terdapat dalam isi kitab-kitab fiqih yang membatasi hak-hak dan kebebasan perempuan, akan tetapi perlu diingat bahwa kebanyakan kitab-kitab fiqih mu’tabar. Dalam memahami dan menafsirkan sumber-sumber ajaran, para fuqaha (ahli fiqih) banyak dipengaruhi oleh wawasan budaya lokal tempat ia mengarang bukunya. Perubahan waktu dan kondisi mengharuskan adanya perubahan terhadap pemahaman baru dan menafsirkan kembali sumber ajaran. Dengan demikian, fiqih perempuan yang ditulis sebelum abad pertengahan sudah pasti harus bebeda dengan fiqih yang ditulis di abad modern tanpa meninggalkan sumber-sumber dari ajaran dasar.DAFTAR PUSTAKA• http://anadianaazam.blogspot.co.id/2012/05/perempuan-dalam-perspektif-islam.html• https://tahdits.wordpress.com/2015/06/03/wanita-dalam-perspektif-islam/• https://dalamislam.com/info-islami/kodrat-wanita-dalam-islam• https://konstanta03.wordpress.com/muslimah/kedudukan-wanita-dalam-perspektif-islam/• http://asysyifamedia.blogspot.co.id/2015/04/perempuan-dalam-perspektif-islam.html• http://www.sadeqin.net/ml/article.php?mod=4=63