BAB tidak menerbitkan laporan keuangan ada satu perusahaan

BAB
IV

GAMBARAN
SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

4.1        
Gambaran
Subyek Penelitian

Subyek
dari penelitian adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia tahun 2014 sampai dengan 2016 yang sesuai dengan kriteria
pengambilan sampel yang telah di tentukan. Informasi yang diambil dan dihitung
berasal dari laporan keuangan perusahaan yang berkaitan dengan
variabel-variabel yang diteliti, yaitu arus kas operasi, arus kas investasi,
arus kas pendanaan, laba akuntansi, size
perusahaan dan leverage. Data yang
diperlukan dalam penelitian ini antara lain arus kas operasi, arus kas
investasi, arus kas pendanaan, laba setelah pajak, total asset, dan liabilitas
serta ekuitas yang dilakukan perusahaan selama tiga tahun.

Bersumber
dari data yang diperoleh di (IDX) Indonesia
stock Exchange, seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2014 sampai dengan 2016 sebanyak 323 perusahaan.
Berdasarkan dari data yang diperoleh di IDX Indonesia
stock Exchange, perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada tahun 2014 sampai dengan 2016, maka yang memenuhi kriteria pemilihan
sampel penelitian disajikan dalam Tabel 4.1 :

 

 

 

Tabel
4.1

Kriteria
Pengambilan Sampel

Kriteria
Sampel

2014

2015

2016

Total

Perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014 sampai dengan
2016

141

143

144

431

Perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014 sampai dengan
2016 yang tidak menerbitkan laporan keuangan

(1)

(2)

(1)

(5)

Perusahaan
manufaktur yang laporan keuangannya tidak menyajikan informasi sesuai dengan
apa yang dibutuhkan dalam penelitian ini.

(15)

(15)

(11)

(42)

Total Sampel

125

126

132

383

Data Outlier selama tahun 2014 sampai tahun
2016

(12)

(13)

(35)

(60)

Total Sampel
Akhir yang di gunakan

113

113

97

323

Sumber
: idx.co.id, data diolah

Pada
tabel 4.1 dapat diketahui bahwa seluruh perusahaan manufaktur yang tidak
menerbitkan laporan keuangan ada satu perusahaan yaitu Perusahan Sorini Agro Asia
Corporindo Tbk pada tahun 2014, dua perusahaan yaitu Perusahan Sorini Agro Asia
Corporindo Tbk dan Perusahaan Sumi Indo Kabel Tbk pada tahun 2015,
dan satu perusahaan yaitu perusahaan Sorini Agro Asia Corporindo Tbk pada tahun
2016, selain itu perusahaan menerbitkan laporan keuangannya. Semua perusahaan
manufaktur pada tahun 2014 sampai dengan 2016 tidak semua menyajikan data yang
lengkap. Terdapat 42 perusahaan yang menyajikan data laporan keungan yang tidak
lengkap dan yang lainnya lengkap. Total sampel yang dijadikan penelitian adalah
323 perusahaan, selanjutnya dilakukan uji normalitas yang menghasilkan data normal
sehingga sampel akhir dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya sebanyak 323
perusahaan. Berikut adalah nama-nama perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi penelitian.

4.2        
Analisis
Data

Teknik analisis data dalam penelitian
ini adalah menggunkan metode dokumentasi, yaitu dengan metode pengumpulan data
dengan melihat atau menganalisa dokumen-dokumen yang telah dibuat oleh
perusahaan. Dokumen yang dimaksut dalam penelitian ini adalah laporan keuangan
tahunan perusahaan dengan periode 2014 sampai dengan 2016. Bab ini akan
dilakukan pengujian statistik terhadap hipotesis antar variabel telah
ditentukan sebelumnya dengan cara melakukan analisis deskriptif serta statistik.
Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan variabel penelitian,
sedangkan analisis statistik yang terdiri dari uji asumsi klasik dan uji
regresi liner berganda digunakan untuk menguji hubungan antar variabel
penelitian.

4.2.1  
Analisis
Deskriptif

Analisis
deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai nilai minimum,
maksimum, rata-rata (mean) dan
standar deviasi dari setiap variabel-variabel yang di teliti. Penelitian ini
menggunakan satu variabel dependen yaitu return
saham pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016. Variabel indpenden penelitian
ini terdiri dari enam variabel yaitu arus kas operasi, arus kas invetasi, arus
kas pendanaan, laba akuntansi, size
perusahaan, dan leverage pada tahun
2014 sampai dengan tahun 2016.

1.               
Return saham (Variabel Dependen)

Return
merupakan
suatu hasil yang diperoleh dari investasi, sedangkan saham merupakan tanda
bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas
(PT). Jadi return saham merupakan
suatu keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan, individu, dan institusi dari
kebijakan investasi yang telah dilakukannya (Irham 2015). Salah satu tujuan
para investor dalam berinvestasi adalah untuk mendapatkan suatu return atau pengembalian. Menurut
Jogiyanto (2014: 235) setiap investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang
mempunyai tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan yang disebut return baik
secara langsung maupun tidak langsung. Dalam melakukan investasi, investor
harus dapat mempertimbangkan dua hal, yaitu expected
return (tingkat pengembalian yang diharapkan) dan risk (risiko) yang terkandung dalam alternatif investasi yang
dilakukan. Return merupakan hasil
yang diperoleh dari suatu investasi. Return
dapat berupa return realisasi atau return ekspetasi. Dalam penelitian ini return saham dapat diukur dengan
menggunakan harga saham saat ini di kurangi harga saham sebelumnya di bagi
harga saham sebelumnya. Pada tabel 4.2 menunjukkan statistik deskriptif dari
veariabel dependen yaitu return saham
pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016.

Tabel 4.2

STATISTIK
DESKRIPTIF RETURN SAHAM

Descriptive Statistics

 

N

Minimum

Maximum

Mean

Std.
Deviation

RETURN
SAHAM
Valid
N (listwise)

323
323

-,8297

1,5926

-,067330

,3053710

Sumber
: Lampiran 4, diolah SPSS

Pada
data pada Tabel 4.3 menunjukkan hasil dari variabel yang diteliti salah satunya
yaitu Return Saham. Data yang
digunakan untuk perhitungan Return Saham
yaitu pada tahun 2014 hingga tahun 2016. Berdasarkan tabel statistic deskriptif
diatas diketahui bahwa return saham
memiliki nilai minimum sebesar -0,8297 persen yang dimiliki oleh perusahaan
Goodyear Indonesia Tbk pada tahun 2015. Artinya bahwa nilai return saham pada perusahaan Goodyear
Indonesia Tbk tergolong rendah. Hal ini disebabkan perusahaan Goodyear
Indonesia Tbk tahun2015 memiliki harga saham paling rendah dibandingkan dengan
perusahaan lainnya.

Berdasarkan
tabel 4.2 menunjukkan hasil dari variabel yang diteliti salah satunya yaitu Return Saham. Data yang digunakan untuk
perhitungan Return Saham yaitu pada
tahun 2014 hingga tahun 2016. Berdasarkan tabel statistic deskriptif diatas
diketahui bahwa Return Saham memiliki
nilai maximum sebesar  1,5926 persen yang
di miliki oleh perusahaan Jembo Cable Company Tbk tahun 2016. Artinya bahwa
nilai return saham pada perusahaan
Jembo Cable Company Tbk tahun 2016 tergolong tinggi. Hal ini disebabkan karena
perusahaan Jembo Cable Company Tbk tahun 2016 memiliki harga saham paling
tinggi dibandingkan dengan perusahaan lainnya.

Berdasarkan
tabel 4.2 terlihat bahwa nilai rata-rata untuk variabel return saham sebesar -0,067 persen. Nilai standar deviasi return saham adalah 0,305 persen. Nilai
standar devisiasi lebih besar daripada nilai rata-rata (mean). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat variasi data terjadi tergolong
tinggi sehingga bersifat heterogen. Apabila dilihat berdasarkan nilai rata-rata
dari hasil statistic deskriptif sebesar -0,067 atau -6,7 persen.

Berdasarkan
rata-rata perusahaan selama tiga tahun menunjukkan return saham sebesar -0,067 atau -6,7 persen, maka perusahaan yang
memiliki nilai return saham diatas
rata-rata sebanyak 177 perusahaan dari 323 perusahaan manufaktur dengan
persentase 55 persen, sedangkan nilai return
saham dibawah rata-rata sebanyak 146 perusahaan dari 323 perusahaan manufaktur
dengan persentasi 45 persen. Dibawah ini menggambarkan grafik rata-rata return saham periode 2014-2016.

Gambar 4.1

GRAFIK RATA-RATA RETURN SAHAM

Sumber : Olahan data
excel

Pada
gambar 4.1 menunjukkan jika rata-rata return saham pada perusahaan manufaktur
berfluktuasi dari tahun 2014 sampai dengan 2016. Pada tahun 2014 rata-rata
return saham sebesar 0,099361232. Pada tahun 2015 rata-rata return saham
yang stabil sebesar 0,102689511. Pada tahun 2016 rata-rata retrun saham
mengalami kenaikan yang sangat fluktuatif sebesar 0,39556979. Hal ini
menyatakan bahwa jika rata-rata saham naik, maka pada tahun tersebut perusahaan
manufaktur mengalami kinerja yang baik, sehingga harga saham dan pemberian
keuntungan untuk para investor juga akan semakin meningkat daripada tahun
sebelumnya.