BAB (Wibisono, 2000), sehingga sangat di perlukan didalam

BABIIIMETODEPENELITIAN3.

1 Jenis dan Rancangan PenelitianPenelitianini merupakan jenis penelitian penjelasan (explanatory research), yaitu suatupenelitian yang berupaya menjelaskan hubungan kausal atau pengaruh antaravariabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Sedangkan pada tingkatexplanasi/penjelasan, penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kausalitasyang merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan ataupengaruh antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian replikasi ekstensi. Menurut(Ferdinand., 2006) pada penelitian ini seorangpeneliti mengekstensikan hipotesis-hipotesis yang telah dikembangkan olehpenelitian yang lain, untuk menghasilkan sebuah model baru yang lengkap ataulebih menyeluruh atau lebih fokus dengan beberapa hipotesis.RancanganPenelitian merupakan sebuah rencana induk yang berisi metode dan prosedur untukmengumpulkan dan menganalisis informasi yang dibutuhkan (Wibisono, 2000),sehingga sangat di perlukan didalam penelitian.

Mengacu pada pengertiantersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kausal atausebab akibat antara variabel yang mempengaruhi (eksogen) dan variabel yang dipengaruhi (endogen) yang diteliti kemudian dapat ditentukan dan ditarikkesimpulannya.3.2 Ruang Lingkup Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Bursa EfekIndonesia (BEI) dengan pengambilan data IDX (Indonesian Stock Exchange) Tahun2011-2014 melalui intt situs resmi IDX yang diakses via online.3.3 Data dan Sumber Data Penelitianini menggunakan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber lain yangsudah dipublikasikan berupa laporan keuangan tahunan perusahaan-perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

 Data sekunder yang terdaftar di Bursa efek Indonesia  yaitu PriceBook Value (PBV), Debt To Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE), danDeviden Payout Ratio (DPR).  Teknikpengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknikdokumentasi.  Penulis hanya melakukanstudi pustaka dalam melakukan penelitian ini dan mengambil data yang telahdipublikasikan melalui IDX (Indonesia Stock Exchange) di situs internet.3.

4 Populasi dan SampelPopulasitarget yang akan menjadi objek penelitian adalah perusahaan-perusahaan yangterdaftar dalam index LQ 45 di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2014 denganjumlah sebanyak 25 perusahaan. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakanteknik Purposive sampling method yaitumetode pengambilan sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Alasanpemilihan metode kriteria tertentu adalah metode ini mewakili sampel dandipilih atas dasar kesesuaian karakteristik sampel dengan kriteria pemilihansampel yang digunakan. Adapaun kriteria yang digunakan sebagai berikut:1.     Perusahaan-perusahaan yang di telititergabung dalam kategori perusahaan LQ 45 dan mulai terdaftar pada Bursa EfekIndonesia tahun 2001 atau sebelumnya.2.      Perusahaan-Perusahaanyang listing di LQ 45 selama tahun 2016-2017 telah mempublikasikan laporankeuangan berturut-turut selama periode penelitian.3.

      PerusahaanLQ 45 selalu membagikan dividen selama periode penelitian.3.5 Indentifikasi VariabelPenelitianIdentifikasi variabel dilakukan untukdapat memberikan gambaran dan acuan terhadap penelitian. Berdasarkan rumusanmasalah dan hipotesis yang diajukan, variabel-variabel ini dapat diidentifikasisebagai berikut.3.5.1       VariabelEksogenMenurutSarwono &Suhayati, (2010)Variabel exogen dalam suatu model jalur merupakan semua variabel yangtidak ada penyebab-penyebab eskplisitnya atau dala suatu diagram jalur, tidakterdapat tanda panah yang menuju kearah variabel, selain pada bagian kesalahanpengukuran.

Dalam penelitian ini yang dijadikan variabel eksogen adalah: Profitabilitas (X1) dan KebijakanDeviden (Z). 3.5.2       VariabelEndogenVariabelendogen merupakan variabel yang nilainya dipengaruhi/ditentukan oleh variabellain di dalam model, dikenal juga dengan istilah variabel independen. Variabelyang mencakup didalamnya adalah variabel perantara dan tergantung atau terikat.Variabel perantara endogen mempunyai anak panah yang menuju ke arahnya dan dariarah variabel tersebut dalam suatu model diagram jalur, yang dijadikan variabelperantara adalah struktur modal (Z). Sedangkan variabel tergantung atau terikatmempunyai anak panah yang menuju kearahnya, yang dijadikan variabel tergantungatau terikat adalah nilai perusahaan (Y) (Sarwono & Suhayati., 2010).

3.5.2 Definisi Operasional Variabel3.5.2.1 Variabel EksogenVariabelbebas (independent variable) merupakan variabel stimulus atau variabelyang mempengaruhi variabel yang lain, (Jonathan Sarwono, 2010). Pada penelitianini, variabel independen yang digunakan adalah kebijakan dividen, danprofitabilitas.3.

5.2.1.1Kebijakan Dividen (X1)Kebijakandeviden pada dasarnya merupakan laba bersih perusahaan yang dapat dibagikankepada pemegang saham sebagai dividen atau ditahan dalam bentuk laba ditahanuntuk membiayai investasi perusahaan. Proxy dari kebijakandividen yang dipilih untuk penelitian ini adalah Dividen Payout Ratio (DPR), dengan alasan bahwa, DPR lebih dapatmenggambarkan perilaku oportunistik manajerial yaitu dengan melihat berapabesar keuntungan yang dibagikan kepada shareholders sebagai dividen dan berapayang disimpan di perusahaan. Rumus dividend payout ratio adalah sebagaiberikut:DPR = 3.5.2.

1.2Profitabilitas (X2) Kemamapuanperusahaan dalam menghasilkan laba tersebut lazim di sebut profitabilitas. Rasioprofitabilitas menghitung kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan.Dalam penelitian ini digunakan Return on Equity (ROE) untuk mengukurprofitabilitas perusahaan. Rasio ROE adalah rasio laba bersih terhadap ekuitassaham biasa, yang mengukur tingkat pengembalian atas investasi dari pemegangsaham biasa. Rumus ROE dapat dihitung sebagai berikut:ROE= 3.5.2.

2Variabel Endogen (Y) Variabelterikat adalah variabel yang variabelitasnya diamati dan diukur untukmenentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel endogen. Dalam penelitian inivariabel dependen yang digunakan adalah nilai perusahaan.3.

5.2.2.

1Struktur Modal (Z)Struktur modal merupakan susunan atau perbandinganantara modal sendiri dan pinjaman jangka panjang, jadi struktur modal merupakanbagian dari struktur keuangan. Besar kecilnya angka rasio struktur modalmenunjukkan banyak sedikitnya jumlah pinjaman jangka panjang daripada modal sendiriyang diinvestasikan pada aktiva tetap yang digunakan untuk memperoleh labaoperasi. Dalam penelitian ini digunakan Debt To EquityRatio (DER) untuk melihat struktur modal perusahaan.

DER= 3.5.2.2.2Nilai Perusahaan (Y) Nilai perusahaan merupakankondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambarandari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatuproses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan tersebutdidirikan sampai dengan saat ini. Nilai perusahaan publik ditentukan olehpasar saham.

Nilai perusahaan yang sahamnya tidak diperdagangkan kepada publikjuga sangat dipengaruhi oleh pasar yang sama. Dalam penelitian ini digunakan Price Book Value (PBV) untuk melihatnilai perusahaan. Rasio PBV merupakan perbandingan antara nilai saham menurutpasar dengan nilai buku entitas perusahaan. Rasio PBV dapat dihitung denganrumus:PBV= 3.6 Teknik Analisis Data3.6.

1 Analisis Deskriptif               Teknikanalisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptifdigunakan untuk memperoleh gambaran karakteristik penyebaran skor/nilai dari variabel-variabelyang terdapat dalam penelitian (Marsoni, 2016). Analisis deskriptif digunakandalam hal penyajian data, ukuran sentral, dan ukuran penyebaran. Penyajian datastatistik deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan histogram.  Ukura sentral meliputi rata-rata (Mean), Nilai tengah (Median) dan nilai yang sering muncul (Modus). Ukuran penyebaran meliputivarians dan simpang baku (standardeviation).

Statistik deskriptif akan mengetahui variabel-variabel akansaling terkait (Sekaran,2006).3.6.2Uji Asumsi Klasik 3.6.2.1Uji normalitas Ujinormalitas bertujuan untuk mengetahui tingkat distribusi normal variabel-variabelyang digunakan dalam model regresi. Pengujian normalitas pada penelitian ini menggunakanProbability-Plot (P-plot) test.

Data yang terdistribusi secaranormal, maka plot akan cenderung untuk berada disekitar garis lurus (Doane & Seward, 2010). Dasar pengambilan keputusanmenurut (Santoso, 2014) adalah.1.      Jikadata menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, makamodel regresi memenuhi asumsi normalitas.

2.      Jikadata menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal,maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. 3.6.3 Analisis Jalur (PathAnalisysis)Analisis jalur merupakanpengembangan dari model regresi yang digunakan untuk menguji kesesuaian (fit)dari matriks korelasi dari dua atau lebih model yang dibandingkan olehpeneliti. Model biasanya digambarkan dengan lingkaran dan anak panah yangmenunjukkan hubungan kausalitas.

Analisis jalur ingin menguji persamaan regresiyang melibatkan beberapa variabel eksogen dan endogen sekaligus sehinggamemungkinkan pengujian terhadap variabel mediating/intervening atau variabelantara. Selain itu, analisis jalur juga mengukur hubungan langsung antarvariabel dalam model maupun hubungan tidak langsung antar variabel dalam model.3.6.3.1 Langkah-langkah AnalisisJalur1.     Langkah yang pertama dilakukan di dalamanalisis jalur adalah membuat model berdasarkan konsep dan teori.

Model yangdirancang dapat dinyatakan ke dalam bentuk persamaan sehingga membentuk sistempersamaan. Mengingat model tersebut dikembangkan untuk menjawab permasalahanpenelitian serta berbasis teori dan konsep, maka dinamakan model hipotetik.Berdasarkangambar kerangka konseptual 2.1 dibuat sistem persamaan struktural sebagaiberikut.Sub Struktur 1.a: Z = ?1 X1 + ?2 X2 + ?1……………………………………SubStruktur 1.b: Y= ?3 X1 + ?4 X2 + ?5 Z + ?2……………………………Keterangan:X1= ProfitabilitasX2= Kebijakan DevidenZ= Struktur ModalY= Nilai Perusahaan?1= Koefisien Jalur X1 dengan Y?2= Koefisien Jalur X2 dengan Y ?3= Koefisien Jalur X3 dengan Z ?4= Koefisien Jalur X4 dengan Z?5= Koefisien Jalur X5 dengan Z?  = error Gambar 3.

1 Diagram Jalur pengaruh kebijakandeviden dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan struktur modalsebagai variabel Intervenning2.     Langkah kedua dari analisis jalur adalahpemeriksaan terhadap asumsi yang melandasi, yaitu sebagai berikut:a.             Didalam model analisis jalur, hubunganantara variabel adalah linier dan adiktif. Uji linieritas menggunakan Curve fit dan menerapkan prinsipParsimony yaitu bilamana seluruh model signifikan atau nonsignifikan berartidapat dikatakan model berbentuk linier.b.            Hanya model rekursif dapatdipertimbangkan, yaitu hanya sistem aliran kausal ke satu arah, sedangkan padamodel yang mengandung kausal resiprokal tidak dapat dilakukan analisis jalur.c.

             Pengamatan diukur tanpa kesalahan(instrumen pengukuran valid dan reliabel).d.            Model yang dianalisis dispesifikasikan(diidentifkasi) dengan benar berdasarkan teori-teori dan konsep-konsep relevan.3.     Langkah ketiga didalam analisis jaluradalah pemeriksaan validitas suatu kesalahan model. Terdapat indikator validitasmodel di dalam analisis jalur, yaitu koefisien determinasi total.4.     Langkah selanjutnya, pendugaan parameteratau koefisien path.

Perhitungankoefisien pada gambar diagram jalur. Di dalam analisis jalur, selain terdapatpengaruh langsung juga terdapat pengaruh tidak langsung dan pengaruh total.Pengaruh langsung mrupakan koefisien jalur yang dinamakan koefisien beta,.5.     Langkah yang terakhir di dalam analisisjalur adalah dengan melakukan interpretasi hasil analisis, yaitu menentukanjalur-jalur pengaruh yang signifikan dan mengidentifikasi jalur yangpengaruhnya lebih kuat, yaitu dengan membandingkan besarnya koefisien jaluryang terstandar.3.

6.4 Koefisien DeterminasiKoefisiendeterminasi ( ) pada dasarnya mengukur seberapa jauhkemampuan dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisiendeterminasi merupakan nilai yang berada di antara nol dan satu. Nilai  yang kecil berarti kemampuan variabel-variabelindependen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.

Dibutuhkan nilai yang mendekati satu untuk memprediksikan variasi variabeldependen. Koefisien determinasi secara umum digunakan untuk data silang (crossection) yang relatif rendah karenaadanya variasi yang besar antara masing-masing pengamatan, sedangkan untuk dataruntut (time series) biasanyamempunyai nilai koefisien determinasi yang tinggi (Ghozali, 2008). Nilai koefisien determinasi digunakan untukmengetahui besarnya variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat. Nilaikoefisien determinasi ditunjukkan oleh nilai adjusted r Square .

Nilaiadjusted r square dapat naik atauturun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model. 3.6.5 Sobel TesDalampenelitian ini terdapat variabel intervening yaitu kecukupan anggaran.

MenurutBaron dan Kenny (1986) dalam Charismawati (2011) suatu variabel disebutvariabel intervening jika variabel tersebut ikut mempengaruhi hubungan antaravariabel independen dan variabel dependen. Pengujian hipotesis mediasi dapatdilakukan dengan prosedur yang dikembangkan oleh Sobel (1982) dan dikenaldengan uji Sobel (Sobel test). Uji sobel dilakukan dengan cara menguji kekuatanpengaruh tidak langsung variabel independen (X) ke variabel dependen (Y)melalui variabel intervening (M). Pengaruh tidak langsung X ke Y melalui Mdihitung dengan cara mengalikan jalur X?M (a) dengan jalur M?Y (b) atau ab.Jadi koefisien ab = (c – c’), dimana c adalah pengaruh X terhadap Y tanpa mengontrolM, sedangkan c’ adalah koefisien pengaruh X terhadap Y setelah mengontrol M.Standard error koefisien a dan b ditulis dengan Sa dan Sb, besarnya standarderror pengaruh tidak langsung (indirect effect) Sab dihitung dengan rumusdibawah ini :Sab= Untukmenguji signifikansi pengaruh tidak langsung, maka kita perlu menghitung nilait dari koefisien ab dengan rumus sebagai berikut : t=  Nilait hitung ini dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu ? 1,96 untuk signifikan 5%dan t tabel ? 1,64 menunjukkan nilai signifikansi 10%. Jika nilai t hitunglebih besar dari nilai t tabel maka dapat disimpulkan terjadi pengaruh mediasi.

3.6.6 Pengujian HipotesisDalampengujian hipotesis, path analisis digunakan untuk mengetahui pengaruh langsungdan tidak langsung. Adapun kesimpulan penerimaan hipotesis adalah.a.

             Jika taraf signifikan < 0,05 maka Hoditolak Ha diterima, artinya ada pengaruh antara  variabel bebas terhadap variabel terikat.Dengan demikian hipotesis dapat diterima/terbukti.b.            Jika taraf signifikan > 0,05 maka Hoditerima Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh di antara variabel bebasterhadap variabel terikat. Dengan demikian hipotesis tidak diterima/tidakterbukti.