Bercerita tentang fakta yang bersangkutan. Sehingga dalam penelitian

Berceritamerupakan salah satu komponen dalam sistem pendidikan yang masih kurangmendapat perhatian. Di mana, dalam sistem pendidikan lebih menekankanpengembangan kemampuan akademik seperti membaca dan berhitung. Kegiatan belajarmengajar kurang memberikan kesempatan dan pelatihan untuk mengembangkankreativitas anak dalam bercerita. Bercerita akan memberikan lahan bagi anakuntuk mengembangkan kreativitas dan apresiasinya. Hal ini penting, karena mengingatkemampuan menyampaikan informasi dengan baik merupakan salah satu indikatorkemampuan anak dalam berkomunikasi sebagai landangan pembelajaran bahasa.Bahasaadalah sarana berkomunikasi dengan orang lain yang mencakup semua cara untukberkomunikasi, di mana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lisan,tulisan, isyarat, atau gerak dengan menggunakan kata-kata, simbol, lambang,gambar, atau lukisan. Melalui bahasa setiap manusia dapat mengenal dirinya,sesamanya, alam sekitar, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai moral atau agama.

Bahasa merupakan bagian penting dalam kehidupan, karena bahasa menghubungkanlainnya dengan melalui proses berbahasa yang dapat menyampaikan pesan/maksudyang ingin disampaikan kepada orang lain, sehingga orang lain akan memahami apayang disampaikan. Perkembangan bahasa anak merupakan kemampuan dasar yang harusdimiliki anak.Perkembanganbahasa meliputi juga perkembangan kompetensi komunikasi, yakni kemampuan untukmenggunakan semua keterampilan berbahasa manusia untuk berekspresi danmemaknai. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan anak dan lingkungansekitarnya. Peran perkembangan bahasa memainkan peranan yang signifikan dalamperkembangan sosial anak. Perkembangan bahasa anak ditandai dengan anak yangsudah mampu mengucapkan lebih dari 2.500 kosakata, anak dapat melakukan peransebagai pendengar yang baik, dapat berpartisipasi dalam suatu percakapan,kemudian mengikuti dua sampai tiga perintah sekaligus, menggunakan dan dapatmenjawab pertanyaan apa, mengapa, dan di mana. Fungsi perkembangan bahasa bagianak yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi dengan lingkungan, sebagai alatuntuk mengembangkan kemampuan intelektual anak, sebagai alat untukmengembangkan ekspresi anak, dan sebagai alat untuk menyatakan perasaan danbuah pikiran kepada orang lain.

Berceritamampu menjadi salah satu faktor bagi pengembangan bahasa anak. Karena denganmengoptimalkan kemampuan berbahasa anak dengan bercerita, memungkinkanterjadinya komunikasi. Sehingga anak mampu menyatakan keinginan sertapendapatnya. Dengan demikian, diperlukan kemampuan pendidik yang mampumembangun kemampuan berbahasa anak.

Berdasarkan permasalah yang terjadi,peneliti akan melakukan sebuah penelitian dengan judul “ImplementasiStorytelling sebagai Strategi Pengembangan Bahasa pada Anak”. A.     TujuanTujuandari paper ini yaitu untuk mengetahui manfaat cerita untuk anak, mengetahuimedia bercerita yang digunakan sebagai pengembangan bahasa pada anak, mengetahuitahap pelaksanaan storytelling, dan mengetahui penerapan storytellingdalam mengembangkan bahasa anak. Sehingga dari tujuan tersebut, diharapkandapat mengembangkan bahasa pada anak.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

 B.     Metode PenelitianMetodepenelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif,karena dalam penelitian ini hanya mengungkapkan fakta kemudian menjelaskansecara deskriptif tentang fakta yang bersangkutan. Sehingga dalam penelitianini melibatkan informan yaitu guru Sekolah Dasar (SD) dan tiga orang siswa. Teknikpengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara kepada gurudan melakukan observasi. Hasil dari wawancara tersebut, kemudian ditarikkesimpulannya untuk dianalisa. C.

     Hasil dan Pembahasan1.     Pembahasana.     StorytellingCerita adalahuraian, gambaran, atau deskripsi tentang peristiwa atau kejadian tertentu. Storytelling(bercerita) merupakan aktivitas menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentangperbuatan, pengalaman, atau kejadian yang sungguh-sungguh terjadi maupun hasilrekaan.

Bercerita dikatakan sebagai menuturkan, yaitu menyampaikan gambaranatau deskripsi tentang kejadian tertentu. Artinya, bercerita merupakan kegiatanmendeskripsikan pengalaman atau kejadian yang telah dialaminya.Bercerita jugamerupakan proses kreatif anak-anak. Dalam proses perkembangannya, cerita tidakhanya mengaktifkan aspek-aspek intelektual tetapi juga aspek kepekaan,kehalusan budi, emosi, seni, fantasi, dan imajinasi, yang tidak hanyamengutamakan otak kiri saja. Cerita menawarkan kesempatan kepada anak untukmenginterpretasikan pengalaman langsung yang dialami anak.

Bercerita mampumenolong kemampuan sosial anak. Bercerita secara lisan mendukung anak-anakuntuk mengembangkan bahasa, belajar membaca, memahami pengetahuan dunia, danmenjadikan sosial-emosi baik. Selain itu, bercerita juga merupakan kegiatanyang dilakukan seseorang secara lisan kepada orang lain dengan alat atau tanpaalat tentang apa yang harus disampaikan dalam bentuk pesan, informasi, ataudongeng untuk didengarkan dengan rasa yang menyenangkan.

Kegiatan berceritamelibatkan pendengaran, penglihatan, berbicara, dan ekspresi yang dibutuhkanketika bercerita. Kegiatan bercerita memberikan informasi kepada anak baiksecara lisan, tulisan, maupun akting tentang nilai maupun tradisi budaya yangtelah dipercaya melalui penggunaan alat peraga maupun tidak.1 b.

     Manfaat ceritauntuk anakCerita sangatbermanfaat bagi pengembangan anak. Adapun manfaat dari cerita untuk anak yaitusebagai berikut:1)     Membantu pembentukan pribadi danmoral anak. Cerita sangat efektif membentuk pribadi dan moral anak. Melaluicerita, anak dapat memahami nilai baik dan buruk yang berlaku pada masyarakat.

2)     Menyalurkan kebutuhan imajinasi danfantasi. Cerita dapat dijadikan sebagai media menyalurkan imajinasi dan fantasianak. Pada saat menyimak cerita, imajinasi anak mulai dirangsang. Imajinasiyang dibangun anak pada saat menyimak cerita memberikan pengaruh positifterhadap kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah secara kreatif.3)     Memacu kemampuan verbal anak.

Ceritadapat memacu kecerdasan linguistik anak. Cerita mendorong anak bukan sajasenang menyimak cerita, tetapi juga senang bercerita atau berbicara. Dengandemikian, anak belajar tata cara berdialog dan bernarasi.2 c.      Media berceritasebagai pengembangan bahasa pada anak1)     Media Big BookBig book adalah bukubergambar yang dipilih untuk dibesarkan memiliki karakteristik khusus, yaituadanya pembesaran baik teks maupun gambarnya.

Hal ini sengaja dilakukan supayaterjadi kegiatan membaca bersama (shared reading) antara guru dan muridatau orangtua bersama anak. Buku ini mempunyai karakteristik khusus yang penuhwarna-warni, gambar yang menarik, mempunyai kata yang dapat diulang-ulang,mempunyai plot yang mudah ditebak, dan memiliki pola teks yang berirama untukdapat dinyanyikan. Dengan menggunakan media big book dapat mengembangkansemua aspek bahasa termasuk kemampuan literasi pada anak yang mencakup dengar,cakap, baca, dan tulis.Media bigbook dapat mengubah mental fisik siswa dalam belajar berbahasa sehingga anaklebih bersemangat dan dirasa lebih mudah.

Media ini dapat dibuat sesuaikebutuhan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa pada anak. Media berceritadalam bentuk konkret dapat membantu untuk mengembangkan kemampuan pengungkapanbahasa pada anak.2)     Media Boneka JariBoneka jari (fingerpuppet) adalah sebuah media yang sangat berguna untuk memperkenalkanbinatang-binatang kepada anak. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai alatperaga bercerita bagi anak. Sebuah cerita/dongeng yang disampaikan dengan carayang menarik tentu akan lebih memikat anak-anak. Permainan boneka jari akansangat menyenangkan dan menarik perhatian anak dalam belajar ataupun kegiatanlainnya. Dengan demikian, media boneka jari akan membuat anak lebih bersemangatdalam belajar karena menggunakan prinsip belajar sambil bermain.Cara penyajianboneka jari sebagai media pembelajaran tergantung pada kreativitas guru yangjuga disesuaikan dengan kompetensi dasar yang harus dicapai.

Tujuanpembelajaran lewat permainan menggunakan media boneka jari agar anak menjadikebih aktif, sehingga pembelajaran kegiatan untuk meningkatkan keterampilanberbahasa pada anak akan lebih efektif dan tepat sasaran.3)     Media Boneka TanganMedia bonekatangan adalah boneka yang dijadikan media atau alat bantu yang digunakan dalamkegiatan pembelajaran. Jenis boneka yang digunakan adalah boneka tangan yangterbuat dari potongan kain. Boneka tangan ini ukurannya lebih besar daripadaboneka jari dan dapat dimasukkan ke dalam tangan.

Untuk keperluan mediapembelajaran, boneka tangan dapat disesuaikan dengan karakteristik dankebutuhan anak. Agar menarik dan bermakna, karakter boneka yang digunakanbiasanya karakter boneka yang dekat dengan dunia anak, seperti ayah, ibu, anaklaki-laki, anak perempuan, kakek, nenek, dan lain-lain. Boneka tangan dapatdigunakan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak, karena sangatefektif untuk membantu anak belajar berbahasa.4)     Media Celemek CeritaBerceritadengan celemek cerita merupakan salah satu metode guna menarik minat anak untukmau mendengarkan cerita dan memperhatikan isi cerita melalui sebuah mediasederhana yang menarik berupa celemek yang digunakan ditempel di dada gunamenunjang penyampaian isi cerita. Dengan media celemek cerita yang bersifat mobilediharapkan dapat membuat anak lebih tertarik pada cerita yang dibawakanguru dan pendidik berhasil menyampaikan isi cerita yang ingin disampaikan.Media celemek cerita mempunyai fungsi sebagai alat bantu visual bagi anak,sehingga anak lebih dapat termotivasi, memperjelas konsep abstrak, danmempertinggi daya serap anak.

Anak dapat mengungkapkan berbagai gagasan menurutgambar yang dilihatnya, mampu mengembangkan kemampuan berbahasa anak denganmelatih berkomunikasi secara lisan.5)     Gambar LepasGambar lepasadalah kumpulan beberapa buah gambar yang berurutan yang berdiri sendiri(berupa lembaran-lembaran besar). Ringkasan cerita dituliskan pada belakanggambar. Media gambar lepas memungkinkan anak bervisualisasi bahkan lebih dariyang mereka lihat pada gambar tersebut. Gambar lepas juga memudahkan anak untukmengeksplorasi ceritanya lebih jauh mulai dari pengalaman yang terjadi sampaimenciptakan imajinasi. Gambar lepas dapat menyederhanakan informasi yang sulitdimengerti. Media gambar lepas merupakan media berupa gambar-gambar tanpadisertai dengan suara. Anak-anak memiliki kemampuan berpikir, bernalar, danperkembangan bahasa yang memerlukan gambar-gambar atau simbol-simbol.

6)     Media Gambar SeriMedia gambarseri yaitu urutan gambar yang mengikuti suatu percakapan dalam halmamperkenalkan atau menyajikan arti yang terdapat pada gambar. Dikatakan gambarseri karena gambar satu dengan gambar lainnya memiliki hubungan keruntutanperistiwa. Media gambar seri tersusun dari kertas lebar memanjang yang berisibeberapa buah gambar. Media gambar seri cocok untuk melatih keterampilanberbahasa serta keterampilan ekspresi (berbicara, bercerita). Bahasa gambar danbahasa kata mempunyai hubungan yang erat bagi perkembangan bahasa dan membacapada anak.

3 d.     Tahappelaksanaan storytellingAgar cerita menjadi lebih menarik bagi anak, maka diperlukanpersiapan yang mencakup pemilihan materi cerita, pengelolaan kelas untukbercerita, pengelolaan tempat duduk dan ruang bercerita, dan strategipenyampaian cerita. Adapun penjelasannya sebagai berikut:1)     Pemilihan materi ceritaCerita tentangpengalaman anak dan faktor tradisional merupakan sumber cerita terbaik bagianak-anak. Ada beberapa kategori cerita yang dapat digolongkan, yakni ceritauntuk program inti, cerita untuk program pembuka, dan cerita untuk tujuanrekreasi pada akhir program. Cerita untuk program inti, yang digunakan dalamkegiatan inti cerita ini, disampaikan oleh guru sesuai dengan tujuanpembelajaran yang ingin dicapai. Misalnya cerita tentang bebek si buruk rupa.Cerita ini menggambarkan seekor bebek yang buruk rupanya, namun hatinya baikdan suka menolong.

Dari cerita ini, tujuan pembelajaran yang ingin ditanamkanguru yaitu menanamkan rasa saling tolong-menolong dan tidak membeda-bedakanteman. Cerita untuk program pembuka dan penutup, disampaikan pada kegiatan intidan penutup. Yang menyampaikan adalah anak, sedangkan guru hanya memberikanstimulasi.

Misalnya, anak bercerita mengenai pengalamannya sehari-hari dalamberbagai hal yang dilakukan. Adapun cerita untuk tujuan rekreasi disampaikanpada akhir program. Cerita ini disampaikan oleh anak setelah anak melakukanliburan akhir minggunya.2)     Pengelolaan kelas untuk berceritaPengelolaankelas merupakan upaya dalam mendayagunakan potensi kelas. Pengelolaan kelasharus dilakukan dengan baik oleh guru. Adapun aspek-aspek pengelolaan kelasyaitu: a) pengorganisasian siswa yang merupakan bentuk pengelompokkan anak-anakyang akan dilibatkan atau diajak berinteraksi dalam penceritaan.

b) penugasankelas dalam kegiatan bercerita, penugasan kelas dapat dilakukan dengan memintaanak mengingat tokoh utama dalam cerita dan menceritakan kembali cerita yangtelah disampaikan sebelumnya. c) disiplin kelas dalam kegiatan bercerita,bentuk-bentuk disiplin kelas tentu harus disesuaikan dengan karakteristik anak.Dalam melakukan penceritaan, guru tetap harus menenangkan muridnya unrukmendengarkan pesan melalui ceritanya. Proses menenangkan perlu dilakukan dengancara mendidik, tidak disertai dengan ancaman dan dilakukan dengan menarikperhatian mereka melalui cerita yang disajikan sehingga tidak membuat anaksibuk sendiri.

d) pembimbingan siswa, dalam kegiatan bercerita bimbingan yangdiperlukan dapat berbentuk pemberian informasi sejelas-jelasnya tentang prosesdan tujuan cerita yang akan disampaikan.3)     Pengelolaan tempat duduk dan ruangberceritaPengelolaantempat untuk bercerita dimulai dengan penataan tempat untuk bercerita.Desainlah tempat dengan nyaman dan kondusif, agar kegiatan bercerita dapatberjalan dengan baik. Atur agar media yang digunakan mudah dijangkau oleh anakdan tidak mengganggu proses kegiatan bercerita.

Selain itu, dibutuhkan jugapenataan runag bercerita. Jika kegiatan bercerita dilakukan di dalam ruangan kelas,maka ventilasi, tata cahaya, dan tata warna perlu diperhatikan. Namun, jikakegiatan bercerita dilakukan di luar kelas, dibutuhkan kesesuaian terhadaptuntutan cerita, keamanan, dan kenyamanan.4)     Strategi penyampaian ceritaStrategipenyampaian cerita dapat untuk melatih dan membentuk anak agar lebih percayadiri, mahir berbicara, pengembangan daya nalar, dan pengembangan imajinasianak.4 e.      Penerapan storytellingdalam mengembangkan bahasa anakMenikmatisebuah cerita mulai tumbuh pada seorang anak semenjak anak mengerti akanperistiwa yang terjadi di sekitarnya dan setelah memorinya mampu merekambeberapa kabar berita. Adapun penerapan storytelling dalam mengembangkanbahasa anak yaitu: 1) anak mampu menggunakan kata ganti saya dalamberkomunikasi, 2) memiliki berbagai perbendaharaan kata kerja, kata sifat,keadaan, kata tanya, dan kata sambung, 3) menunjukkan pengertian dan pemahamantentang sesuatu, 4) mampu menggunakan pikiran, perasaan, dan tindakan denganmenggunakan kalimat sederhana, dan 5) mampu membaca dan mengungkapkan sesuatumelalui gambar.

 2.     HasilHasil dariobservasi menunjukkan bahwa storytelling dapat menjadi inovasi dalammeningkatkan hasil pembelajaran siswa. Selain itu, hasil analisis dataobservasi menyatakan bahwa pengembangan cerita dapat dilakukan oleh guru yangbersangkutan dengan mengacu pada topik yang tercantum pada silabus matapelajaran.

Cerita yang dikembangkan oleh guru cenderung lebih mudah dimengertioleh siswa, sehingga mereka dengan mudah mengingat kosakata dan menyusunbeberapa kosakata atau frase dalam kalimat yang sederhana. Adapun hasilwawancara terhadap tiga orang siswa menunjukkan bahwa siswa senang denganmetode storytelling, karena suasana kelas lebih kondusif denganaktivitas beragam dan asyik. Menurut mereka, dengan teknik ini mereka lebihmudah mengenal kosakata baru, arti dan maknanya karena kosakata tersebutdiucapkan berulang-ulang oleh gurunya selama bercerita. Sedangkan, hasilanalisis data dari wawancara terhadap guru, menunjukkan bahwa metode berceritapada dasarnya disenangi siswa dan tampak lebih efektif daripada metode lainnya,karena siswa dapat belajar lebih banyak kosakata baru dengan mudah karenakata-kata tersebut diucapkan berulang-ulang dengan ekspresif. Oleh karena itu,guru tampaknya tidak perlu lagi menerangkan arti kosakata satu-persatu terpisahdengan konteks da nisi ceritanya. Namun, hasil analisis data dari wawancaraguru menerangkan bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikancerita, di antaranya: a) kesulitan mencari bahan cerita yang sesuai untuk anak,b) kesulitan guru dalam menjiwai cerita lewat suara, mimik, dan gerakan tubuh,c) jam pelajaran yang tersedia sangat terbatas, dan d) target pencapaian materiyang sudah diatur dalam kurikulum dan silabus membuat guru kurang leluasa dalammenerapkan strategi pengajaran dengan storytelling. D.     Simpulan dan Saran1.

     SimpulanBerceritamerupakan kegiatan yang bermakna dalam kaitannya dengan perkembangan anak.Manfaat bercerita bagi anak yaitu dapat membantu pembentukan pribadi dan moralanak, karena melalui cerita, anak dapat memahami nilai baik dan buruk yang adadi masyarakat. Selain itu, anak juga dapat menyalurkan kebutuhan imajinasi danfantasinya, karena dengan menyimak pada saat bercerita, imajinasi danfantasinya mulai terangsang. Anak juga mampu memacu kemampuan verbalnya, karenacerita mendorong anak bukan hanya senang menyimak, melainkan membuat anak jugasenang bercerita atau berbicara. Terdapat berbagai media yang digunakan untukbercerita sebagai pengembangan bahasa anak, seperti media buku bergambar bigbook, media boneka jari, media boneka tangan, media celemek cerita, mediagambar lepas, dan media gambar seri.

Agar cerita yang disampaikan terlihatlebih menarik, maka diperlukan tahapan dalam bercerita yang mencakup pemilihanmateri cerita, pengelolaan kelas untuk bercerita, pengelolaan tempat duduk danruang bercerita, dan strategi penyampaian cerita. Kegiatan bercerita inimenjadikan bahasa anak berkembang. Adapun penerapan storytelling dalammengembangkan bahasa anak yaitu menjadikan anak mampu menggunakan kata gantisaya dalam berkomunikasi, anak juga memiliki perbendaharaan kata, anak punmampu menunjukkan pengertian dan pemahaman akan sesuatu, anak dapat menggunakankata secara sederhana dan mampu mengungkapkan sesuatu melalui gambar. 2.     SaranDiharapkandalam penerapan storytelling (bercerita) guru lebih mampu menyediakansarana dan prasarana untuk kegiatan bercerita dan meningkatkan kemampuankompetensi dalam bercerita melalui pelatihan agar lebih mampu menjiwai cerita. Selainitu, guru juga harus mampu mengatur waktu dalam kegiatan bercerita, agar jampelajaran yang telah disediakan dapat terpenuhi secara baik.

Dan diharapkandengan penerapan storytelling, siswa mampu mengembangkan bahasanyasemakin luas dan kosakatanya semakin bertambah.1 ApriantiYofita Rahayu, Anak Usia TK: Menumbuhkan Kepercayaan Diri Melalui KegiatanBercerita (Jakarta: Indeks, 2013), 80.2 LilisMadyawati, Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak (Jakarta: Kencana,2016), 167.3 LilisMadyawati, 213.4 ApriantiYofita Rahayu, Anak Usia TK: Menumbuhkan Kepercayaan Diri Melalui KegiatanBercerita, 102.