KATA orang di dunia ini sadar betapa krusialnya

KATA
PENGANTAR

Puji
syukur saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat, karunia,
dan anugerah yang Ia berikan, saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang
berjudul “Mengentaskan Kemiskinan” tepat pada waktunya. Penyusunan makalah ini
bertujuan untuk menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Tahap Persiapan Bersama
Universitas Padjadjaran. Dari tujuh belas topic dalam Sustainable Development
Goals yang telah dipaparkan dalam perkuliahan TPB, saya memilih topic pertama
(No Poverty) dalam menuliskan makalah saya yang pertama ini. Makalah ini meninjau
kemiskinan yang terjadi dalam masyarakat dari sudut pandang Agama Kristen
Protestan.

Saya
mengucapakan terima kasih kepada Universitas Padjadjaran yang mengizinkan saya
untuk meninjau Sustainable Development Goals mengenai No Poverty dari segi Agama
Kristen Protestan. Tidak sedikit hambatan yang saya hadapi dalam proses
penyusunan makalah ini. Saya selaku penulis menyadari bahwa kelancaran yang saya
peroleh saat proses penyusunan makalah ini bukan semata-mata usaha saya
sendiri. Makalah ini dapat saya selesaikan berkat bantuan, dorongan, dan
bimbingan para dosen TPB juga orang tua sehingga segala macam kendala yang saya
hadapi dapat teratasi dengan baik.

Saya
menyadari bahwa penulisan dan penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Masih banyak hal yang perlu dikoreksi untuk memperbaiki segala kekurangan yang
terdapat dalam makalah ini. Oleh karena itu, saya sebagai penulis berharap atas
kritik dan saran yang membangun dari para dosen pembimbing dan semua pihak yang
membaca makalah ini.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Akhir
kata, saya berharap agar makalah yang saya tulis ini dapat memberikan wawasan baru
yang kiranya dapat memperluas dan menyumbangkan pemikiran-pemikiran positif kepada
para pembaca.

 

Jatinangor,
Desember 2017

 

Penulis

BAB 1. PENDAHULUAN

 

Latar
Belakang

Kemiskinan
adalah perbincangan di dunia. Isu kemiskinan ialah problema penting dikarenakan
kemiskinan lumrah ada sebagai isu yang merugikan bangsa-bangsa yang masih dalam
tahap belum mengalami berbagai macam kemajuan, misalnya Indonesia. Problema tersebut
berakibat kepada turunnya tingkat kesejahteraan manusia. No poverty (tanpa kemiskinan) di Sustainable Development Goals dijadikan salah satu tema pembicaraan
berbagai bangsa dengan urutan (prioritas) paling pertama. Hal ini menunjukkan kalau
mayoritas orang di dunia ini sadar betapa krusialnya masalah kemiskinan ini
untuk ditangani dan diberantas. Mereka berkumpul bersatu hati dengan komitmen
dan janji untuk berusaha mengentaskan problema kemiskinan di dunia. Masyarakat menyatukan
diri untuk melenyapkan segala bentuk kemiskinan yang sudah mengusik kesejahteraan
banyak rakyat di seluruh bagian dunia. Isu kemiskinan ini yakni sebuah keadaan yang
terjadi tatkala seseorang maupun suatu kelompok orang merasakan timbulnya ketidaksanggupan
dalam pemenuhan kebutuhan esensial mereka untuk hidup dengan layak. Kebutuhan
esensial yang selayaknya dapat dipenuhi manusia meliputi sandang, pangan,
papan, pendidikan, dan kesehatan. Dari pemikiran menurut Agama Kristen, kemiskinan
menjadi salah satu tema utama krusial, baik dalam Perjanjian Lama maupun
Perjanjian Baru. Tertulis bermacam istilah untuk orang miskin dalam Perjanjian
Lama. Di sana, kaum miskin disebut sebagai anaw, ani, ebyon, ataupun dal. Ada lagi
di Perjanjian Baru. Kaum miskin memperoleh istilahnya sendiri. Mereka disebut
dengan empat istilah berbeda dengan arti sama, ada endees, ptokhos, penes, dan penikhros.

Istilah kelompok-kelompok kaum miskin
sebagaimana disebutkan di atas didasari bahwa ada bermacam-macam perbedaan penyebab
kemiskinan. Problema kemiskinan yang memperberat masyarakat pada mulanya
merupakan suatu permasalahan krusial yang dipengaruhi banyak factor. Sebab-sebab
kemiskinan, menurut Bruppacher, seorang bapak teolog yang berasal dari negara
Jerman ialah karena rasa malas, takdir, dan terjadinya penindasan.

Masalah sebagaimana disebutkan
penting untuk diketahui, disadari, dan dipercayai sebagai permasalahan global
sehingga perlu ditangani dengan serius. Bahwa upaya menghilangkan kemiskinan
akan membawa dunia ke arah lebih baik harus ditanam dalam diri. Berkenaan hal pemberantasan
sebagaimana dikatakan, keinginan yang bersumber dari pemerintah dan pihak lain
krusial dibutuhkan untuk mempercayai dan meyakini kalau permasalahan kemiskinan
yang mampir dan menggerogoti berbagai negara menjadi suatu isu fundamental karena
itu harus diberikan penganganan yang baik, maksimal, berkelanjutan, dan disertai
sokongan anggaran yang jelas dan mencukupi.