Ketimpangan salah satu alat untuk seleksi sosial .

Ketimpangansosial dapat diartikan sebagai ketidakseimbangan yang terjadi di antaramasyarakat-masyarakat yang disebabkan perbedaan status sosial, ekonomi maupunbudaya.

Menurut Andriano A. Chaniago ketimpangan sosial terjadi karenapembangunan yang hanya berfokus pada aspek ekonomi dan melupakan aspek sosial.Pendidikanmerupakan salah satu usaha setiap individu untuk mengembangkan potensi manusiaagar memiliki pengendalian diri, memiliki kecerdasan dan keterampilan. Pendidikanjuga merupakan sektor penting dalam pembangunan disetiap negara. Tetapi padakenyataannya pendidikan menjadi salah satu alat untuk seleksi sosial .

 “Sekolah hanya menjadi lembaga reproduksikesenjangan sosial, kelas atas lebih diuntungkan oleh sistem sekolah dan lebihsiap untuk bersaing karena budaya sekolah yang sesuai dengan habitus mereka”1 Seharusnya, pendidikan bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.2Salahsatu contoh ketimpangan sosial dalam aspek pendidikan yaitu, pendidikan di Indonesiamemiliki beberapa taraf diantaranya sekolah bertaraf internasional, sekolahbertaraf nasional, sekolah kawasan, sekolah non-formal dan sekolah reguler.Diantara sekolah-sekolah tersebut didalamnya juga memiliki kebijakan atauprogram yang menimbulkan kesenjangan sosial diantara siswa, seperti programkelas unggulan, kelas akselerasi, kelas terbuka dan masih banyak lagi. Dari halkecil seperti pendidikan saja sudah terlihat jelas bagaimana ketimpangan sosialbekerja di Indonesia. Dalamhal ini tentunya globalisasi memegang peran penting.

Karena adanya globalisasiilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan, maka hal positif maupunnegatif akan terasa bagi dunia pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikanseharusnya melihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini, karena masih banyakmasyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Hasilnya adalahbanyak masyarakat kelas menengah kebawah yang belum merasakan adanyaglobalisasi dalam bidang pendidikan.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Perkembanganpendidikan di Indonesia memang masih pada level stagnan atau jalan ditempat.Sistem pendidikan yang selalu berubah-rubah, kurikulum yang selalu berubah, dankebijakan-kebijakan yang membingungkan membuat status pendidikan Indonesiabelum juga meningkat3.Kebijakanyang diterapkan sekolah seperti kelas akselerasi, kelas bilingual dan kelasreguler. Tentunya menjadikan siswa-siswi mengalami ketimpangan dan ketimpangantersebut dibuat oleh sistem sekolah itu sendiri. Yang dimana seharusnya adapemerataan agar siswa/i tidak merasa terbelakang atau terdepan.Untukdapat menikmati program kelas bertaraf Internasional diperlukan dana kuranglebih dari puluhan juta.

Tentunya hal tersebut hanya dapat dinikmati golongankelas atas yang terbilang mapan. Dengan kata lain yang maju semakin maju, dangolongan yang terpinggirkan akan semakin terpinggirkan dan tenggelam dalam arusglobalisasi yang semakin kencang yang dapat menyeret mereka dalam jurangkemiskinan. Masyarakat kelas atas menyekolahkan anaknya di sekolah–sekolahmewah di saat masyarakat golongan ekonomi lemah harus bersusah payah bahkanuntuk sekedar menyekolahkan anak mereka di sekolah biasa.

Maka, ketimpangan inidapat memicu kecemburuan yang berpotensi menjadi konflik sosial. Selainfasilitas, kualitas pendidikan dan kemampuan siswa secara akademis. Hal lainyang perlu diperhatikan adalah psikologis karna perkembangan dalam berpikirdapat berkembang dengan baik jika terdapat interaksi yang baik antara pelajardengan pengajar.  Dalam dunia kampus atau perguruan tinggi jugatak luput menjadi lembaga yang juga ikut dalam memproduksi kesenjangan sosial.Bahkan perguruan tinggi merupakan sekolah yang identik dengan kebebasan, tidakada lagi seragam yang dikenakan seorang mahasiswa pada saat perkuliahan.

Merekaakan datang ke kampus dengan kepribadiannya masing-masing sesuai dengan budaya,selera dan pergaulan mereka dalam kehidupan sosialnya.Dapatdisimpulkan penyebab terjadinya kesenjangan sosial dalam aspek pendidikan yaitusumber daya manusia, proses pembelajaran, fasilitas pendidikan yang tidak sama danlemahnya sistem pendidikan di Indonesia. Solusiuntuk mengatasi masalah-masalah tersebut yaitu, ·       Meningkatkanmutu pengajar atau guru dalam berbahasa baik bahasa Indonesia bahasa Inggrismaupun bahasa asing lainnya, mengingat masih banyaknya sekolah dipelosok daerahyang masih menggunakan bahasa daerahnya. Hal tersebut bertujuan untukmenyiapkan pelajar agar siap menghadapi dan menyaring globalisasi.·       Membuatsistem kurikulum yang terbaik. Karena kurikulum di Indonesia seringberganti-ganti dan mengakibatkan standar kelulusan yang berbeda-beda.·       Meningkatkansarana dan prasarana.1 Haryatmoko:2008:122 Undang-UndangNo.

20 Tahun 2003 pasal 33  Nur Rois, 2012