Pada perilaku ini sudah di lakukan oleh anak

Pada zaman sekarang, merokok sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudahmenjadi suatu gaya hidup.

Biasanya perilaku merokok ini dilakukan padalaki-laki. Tetapi, sekarang tidak jarang perempuan yang mengikuti perilakumerokok tersebut. Perilaku ini sudah merambat ke seluruh kalangan mulai darianak kecil, remaja, dewasa dan orang lanjut usia. Sayangnya, perilaku ini sudahdi lakukan oleh anak yang masih di bawah umur seperti pada anak pendidikansekolah dasar. Alasan gaya hidup lah yang menjadi faktor utama merambatnyaperilaku ini. Merokok memang pada dasarnya dianggap lebih keren dan maskulindibanding mereka yang tidak merokok. Hal ini menjadi suatu alasan yang salahbesar. Kandungan yang berada di dalam rokok sangatlah berbahaya dan bisamenimbulkan berbagai penyakit bahkan kematian.

Seseorang yang mempunyai berat badan yang berlebih (obesitas) jugatidak sungkan untuk mengikuti gaya hidup merokok ini. Banyak dari mereka yangtidak memperhatikan efek dari merokok tersebut. Ditambah lagi dengan beratbadan yang sudah berlebih menimbulkan berbagai penyakit.

“Kegemukanatau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikianrupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudianmenurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yangdiperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badandalam meter, lebih dari 30 kg/m2” (http://www.e-jurnal.com/2013/11/pengertian-obesitas.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

html). Menurut data dari WHO (WorldHealth Organization), kurang lebih 80 persen kasus baru berupa penyakitkanker, kardiovaskular, diabetes, hypertensi, stroke, dan jantung koroner didunia akhir-akhir ini semakin tumbuh subur bukan hanya di negara maju saja,melainkan di negara berkembang juga mengalami obesitas yang mendasari berbagaimacam penyakit diatas. WHO mencatat secara global ada sekitar 1,6 miliar orangdewasa yang kelebihan berat badan atau overweightdan 400 juta di antaranya dikategorikan obesitas yang terjadi pada tahun2005.

Pada 2015 diperkirakan kasus obesitas akan mengalami peningkatan dua kalilipat dari angka itu. Hal ini disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehatseperti salah satunya kebiasaan merokok.             Gayahidup secara luas didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan olehbagaimana orang menghabiskan waktu mereka, apa yang mereka pikirkan tentangdiri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (Vidya Purnama S.L, dkk: 2012).Oleh karenanya, hal ini berhubungan dengan tindakan dan perilaku sejak lahir(Setiadi, 2003).

Gaya hidup setiap kelompok akan mempunyai ciri-ciri unittersendiri. Jika terjadi perubahan gaya hidup dalam suatu kelompok maka akanmemberikan dampak yang luas pada berbagai aspek (Vidya Purnama S.L, dkk: 2012).Pembangunan kesehatan mulai menghadapi pola penyakit baru, yaitu meningkatnyakasus penyakit tidak menular yang dipicu berubahnya gaya hidup masyarakatseperti gula berlebih, kurang aktifitas fisik (olahraga) dan konsumsi rokokyang prevalensinya terus meningkat (Depkes RI, 2011). Tembakau/rokok membunuhseparuh dari masa hidup perokok dan separuh perokok mati pada usia 35 – 69tahun (Depkes RI, 2009).

Gaya hidupmenggambarkan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar(opini) (Kotler, 2002). Gaya hidup dalam bentuk opini akan memberikan dampakyang besar terhadap keputusan untuk melakukan perilaku merokok. Hal ini sejalandengan hasil penelitian Imarina (2008) dalam jurnal Vidya dkk (2012) yangmenunjukkan pandangan (opini) informan terhadap manfaat merokok membuat merekamelakukan perilaku merokok seperti meningkatkan penampilan, percaya diri, pergaulan dan menghilangkan segala masalahmereka.Laki-laki yang sudahberhenti merokok lebih rentan terkena obesitas dibandingkan dengan perokok danbukan perokok (Monica Tri I: 2016).

Hal ini disebabkan oleh efek ganda merokokyaitu merokok meningkatkan pengeluaran energi dan menurunkan nafsu makan dankedua efek akan hilang pada mantan perokok (Chiolero et al. 2007). Dalam penelitian Monica Tri (2016) pada perokokditemukan rasio lingkar pinggang yang lebih tinggi dibandingkan dengan orangyang tidak merokok. Peningkatan ini disebabkan oleh nikotin yang terdapat dalamrokok melalui efek anti estrogenik dan peningkatan hormon kortisol. I.

                  PembahasanRokok menjadi salahsatu faktor kematian terbesar secara nasional bahkan internasional. Hal inimenjadi suatu permasalahan yang sulit diatasi, karena sudah menjadi kebiasaanmasyarakat. Kebiasaan ini bermula dari coba-coba agar terlihat keren, jantan,maskulin.

Padahal, di dalam kandungan rokok itu sendiri terdapat zat yangmembuat orang menjadi ketergantungan. Sifat rokok yang menyebabkan kecanduan(adiktif) secara permanen yang menyebabkan kebiasaan merokok menjadi sesuatuyang sangat sulit untuk dihilangkan (Nururrahmah: Volume 01). MenurutPeraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2003 tentang pengamanan rokok bagiKesehatan, rokok merupakan salah satu zat adiktif yangbila digunakanmengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat, oleh karena ituperlu dilakukan berbagai upaya pengamanan.

Menurut jurnal (Regina Tutik P:2007) rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuklainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica danspesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atautanpa bahan tambahan.Komponenyang terdapat di dalam rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Bahan baku yangdigunakan untuk membuat rokok adalah sebagai berikut:1. TembakauJenis tembakauyang dibudidayakan dan berkembang di Indonesia termasuk dalam spesies Nicotianatabacum (Santika, 2011).2. CengkehBagian yangbiasa digunakan adalah bunga yang belum mekar. Bunga cengkeh dipetik dengantangan oleh para pekerja, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari,kemudian cengkeh ditimbang dan dirajang dengan mesin sebelum ditambahkan kedalam campuran tembakau untuk membuat rokok kretek (Anonim, 2013).

3. Saus RahasiaSaus ini terbuatdari beraneka rempah dan ekstrak buah-buahan untuk menciptakan aroma serta citarasa tertentu. Saus ini yang menjadi pembeda antara setiap merek dan variankretek (Anonim, 2013).Sedangkan kandungan yang terdapat pada rokok MenurutMuhibah (2011), racun rokok yang paling utama adalah sebagai berikut:1. NikotinNikotin dapatmeningkatkan adrenalin yang membuat jantung berdebar lebih cepat dan bekerjalebih keras, frekuensi jantung meningkat dan kontraksi jantung meningkatsehingga menimbulkan tekanan darah meningkat (Tawbariah et al., 2014).2.

TarTar adalahsubstansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru,mengandung bahan-bahan karsinogen (Mardjun, 2012).3. Karbonmonoksida (CO)Merupakan gasberbahaya yang terkandung dalam asap pembuangan kendaraan. CO menggantikan 15%oksigen yang seharusnya dibawa oleh sel-sel darah merah. CO juga dapat merusaklapisan dalam pembuluh darah dan meninggikan endapan lemak pada dindingpembuluh darah, menyebabkan pembuluh darah tersumbat.

Rokokjuga mengandung zat adiktif di dalamnya. Menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 109Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa ProdukTembakau bagi Kesehatan, Zat Adiktif adalah bahan yang menyebabkan adiksi atauketergantungan yang membahayakan kesehatan dengan ditandai perubahan perilaku,kognitif, dan fenomena fisiologis, keinginan kuat untuk mengonsumsi bahantersebut, kesulitan dalam mengendalikan penggunaannya, memberi prioritas padapenggunaan bahan tersebut daripada kegiatan lain, meningkatnya toleransi dandapat menyebabkan keadaan gejala putus zat. Pada jurnal (Regina Tutik P: 2007)disebutkan bahwa Rokok mengandung bahan tambahan seperti ammonia, butana,senyawa cadmium, asam stearate, asam asetat, senyawa arsenat,karbonmonoksida, metana, dan methanol. Rokok juga mengandungasetaldehid, akrolein, aseton, dimetilnitrosamin, naftalen, naftilamin, pyrene.

Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaansetiap orang, menyumbang berbagai macam penyakit. Penyakit yang di deritaakibat merokok tidak lah ringan bahkan bisa sampai menyebabkan kematian. Tidakhanya perokok aktif yang terjangkit penyakit akibat rokok itu sendiri,melainkan orang-orang disekitar yang menghirup asap rokok tersebut juga terkenapenyakit. Asap yang dikeluarkan dari rokok mengandung gas dan logam-logamberat. Menurut jurnal Jamaludin (2017) asap rokok sangat mengganggu lingkungansekitar karena bisa menyebabkan iritasi mata, hidung dan tenggorokan. Selainitu, akan mempengaruhi rasa tidak enak badan dan bagi orang yang mempunyaipenyakit asma, akan memicu terjadinya asma.

Penyakityang timbul akibat merokok antara lain penyakit jantung, hipertensi, kankermulut, kanker paru-paru, kanker tenggorokan dan lainnya. Bagi wanita yang hamilakan terjadi keguguran, kematian pada janin, serta kematian pada bayi yangsudah lahir. Sudah banyak kasus seseorang di Indonesia yang terkena penyakittersebut akibat merokok, dan juga tidak sedikit dari mereka yang meninggal.Tetapi, hal ini tidak sepenuhnya bisa mengurangi kebiasaan merokok pada setiaporang.

Menurut jurnal (Andina Rizkia P: 2) tar, nikotin, dankarbonmonoksida merupakan tiga macam bahan kimia yang paling berbahaya dalamasap rokok. Menurut Aditama TY (1997) padasaat rokok dihisap, tar masuk ke rongga mulut sebagai uap padat yangsetelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat padapermukaan gigi, saluran napas, dan paru-paru serta resiko timbulnya kanker.Menurutjurnal (Lina N. dan Chatarina Umbul W:244-245) hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utamapenyakit kardiovaskuler yang menyebabkan 20–50% dari seluruh kematian. Salahsatu faktor risiko hipertensi adalah merokok.

hipertensi merupakan salah satumasalah kesehatan yang serius karena merupakan faktor risiko utama untukstroke, gagal jantung dan penyakit koroner serta tingginya angka mortalitasnya.Penyakithipertensi di Indonesia juga sangat marak terjadi bahkan menjadi penyebab utamakematian pada semua umur. Menurut jurnal penelitian (Kesuma Indah etal: 2016) “Nikotin dalam rokok merupakanpenyebab meningkatnya tekanan darah segera setelah hisapan pertama.

Sepertizat-zat kimia lain dalam asap rokok, nikotin diserap oleh pembuluh-pembuluhdarah amat kecil di dalam paruparu dan diedarkan ke aliran darah. Hanya dalambeberapa detik nikotin sudah mencapai otak. Otak bereaksi terhadap nikotindengan memberi sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepas epinefrin(adrenalin).

Hormon yang kuat ini akan menyempitkan pembuluh darah dan memaksajantung untuk bekerja lebih berat karena tekanan yang lebih tinggi serta perankarbonmonoksida yang dapat menggantikan oksigen dalam darah dan memaksa jantungmemenuhi kebutuhan oksigen tubuh.”     Denganmengisap sebatang rokok akan memberi pengaruh besar terhadap naiknya tekanandarah. Kebiasaan dan rutinitas yang merugikan memiliki kekuatan untuk merusakkesehatan seseorang seperti kebiasaan merokok yang merupakan contoh kebiasaanuntuk memudahkan seseorang terkena penyakit kardiovaskuler (Geiby F. Kalalo et al: 2012). Menurut penelitian jurnalmengenai penyakit ini dengan kebiasaan merokok oleh Geiby F. Kalalo dkkdikatakan bahwa:”berdasarkanhasil analisis yang didapat, gaya hidup merokok sedang pada kelompok yang tidakterjadi IMA sebesar 22% dengan jumlah 11 responden dimana mereka mampumenghabiskan 11-12 batang rokok dengan selang waktu 31-60 menit setelah bangunpagi. Sedangkan untuk gaya hidup merokok berat sebesar 28% dengan jumlah 14responden dimana mereka mampu menghabiskan rokok 21-31 batang per hari ataulebih, dan selang waktu sejak bangun pagi berkisar antara 6-30 menit.5 Denganbegitu gaya hidup merokok berat mempunyai persentase responden lebih besar dibandingkan dengan gaya hidup merokok sedang”    Perilaku merokok yang dilakukan oleh orangyang mempunyai berat badan berlebih atau obesitas bisa menimbulkan berbagaipenyakit.

Tentu saja penyakit yang sudah di bahas pada sebelumnya karenakandungan rokok yang sangat berbahaya. Tidak hanya itu, orang obesitas jugamengalami pelebaran pada lingkar pinggang. Hal ini disebabkan karenalemak-lemak dari kandungan rokok yang menumpuk.

Kebiasaanmerokok sudah menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan sekarang ini. Semuakalangan sudah mempunyai kebiasaan buruk ini. Orang yang obesitas walaupunfisik luar terlihat segar bugar dan bahkan terlihat sehat, belum tentu organdalamnya juga sehat. Lemak yang menumpuk di organ dalam orang obesitaskebanyakan efek dari gaya hidup yang tidak sehat.Faktorumur yang sudah tua atau lansia cenderung lebih memiliki resiko yang tinggipada ukuran lingkar pinggang yang besar akibat penumpukan lemak. Menurut(Monica Tri I: 2016) orang dewasa dengan rasio lingkar perut dan lingkarpanggul yang tinggi memiliki faktor terhadap penyakit kardiovaskular. Kebiasaanmerokok juga bisa meningkatkan berat badan seseorang.

Jika orang obesitasmempunyai kebiasaan ini, maka berat badannya akan terus bertambah. Tidak hanyaitu, penyakit yang menumpuk pada tubuh bagian dalamnya juga bertambah dan bisamenyebabkan kematian pada orang tersebut.