Pada teknologi ini lalu bagaimanakah keamanan teknologi otonom

Pada era yang teknologi serba canggih ini,
banyak sekali teknologi-teknologi yang lebih maju, salah satunya adalah
teknologi pada kendaraan. Teknologi pada kendaraan salah satunya  adalah kendaraan tanpa awak atau yang biasa
disebut kendaraan otonom. Teknologi tersebut ialah teknologi yang menggunakan
mode autopilot yang dimana mobil tidak dikendarai oleh sopir tapi menggunakan
sensor yang dipasang di bagian atas mobil maupun dibawah mobil. Teknologi ini sebelumnya
sudah pernah digunakan pada tahun 1930-an dalam suatu event kemudian pada tahun
1970-an oleh peneliti Jepang yaitu S. Tsugawa berhasil menambah kamera dengan
menyambungkan prosesor analog pada mobil serta dapat mengetahui kondisi jalan
di depan, selanjutnya pada tahun 1980-an teknologi ini berkembang pesat karena
insyur Ernst Dickmanns berhasil melakukan penelitian pada di luar angkasa
dengan teknologi otonom ini. Teknologi otonom ini dapat melakukan berbagai
manuver, termasuk putar balik, perubahan lajur, parir otomatis, berhenti saat
ada mobil yang berhenti mendadak dan masuk ke lajur utama dari pinggir. Tujuan
Teknologi Otonom ini dirancang untuk mempermudah penumpang serta memperkecil
angka kecelakaan. Tapi apakah masyarakat dapat menerima baik adanya teknologi
otonom ini sebab teknologi ini sudah mulai dipasarkan akan tetapi masih banyak
masyarakat yang belum paham atau belum mengetahui adanya teknologi ini lalu
bagaimanakah keamanan teknologi otonom ini bagi penumpang maupun mayarakat
sekitar.

Keamanan teknologi otonom bagi penumpang mau
pun masyarakat semestinya harus perlu di uji dengan teliti sebelum di pasarkan
ke masyarakat luas, walaupun teknologi ini sudah diterapkan di Negara Amerika
dan benua Eropa tapi tidak halnya dengan Negara yang mempunyai kota yang ramai
serta kurangnya perhatian pemerintah sebagai peneyedian jalan raya. Sebagai salah
satu contoh adalah Indonesia, Indonesia dengan lingkungan sekitar yang meliputi
jalanan rusak, sempit, dan cukup rumit, maka akan sangat sulit bagi teknologi
ini untuk mendeteksi dengan lingkungan tersebut. Bahkan, mobil otonom ini juga
bisa menabrak objek yang ada di depannya, meskipun sudah terdeteksi oleh
sensornya. Mengingat beberapa jalanan di Indonesia kondisinya juga cukup
memprihatinkan, bisa saja mengakibatkan teknologi ini salah membaca kondisi
lingkungan sekitar dan melalui jalur yang ekstrem bahkan hingga menabrak sesuatu.
Kecelakan yang pernah terjadi pada 7 Mei 2016, yaitu John Brown yang
mengendarai mobil keluaran Tesla Model S di jalan raya dengan mode Autopilot
atau otonom menerjang truk trailer 18 roda yang melintas di depannya. Mobil Tesla
milik Josh menabrak truk, dan menghempaskan bagian atap mobilnya, mobilnya
terus berjalan dengan kondisi atap terlepas meski kehilangan arah hingga
akhirnya menabrak pagar pembatas dan gardu listrik. Dalam peristiwa ini
produsen mobil Tesla menarik mobilnya dari pasaran lalu melakukan uji coba.

Jika terjadi kecelakaan seperti, maka siapakah
yang salah dalam kecelakaan tersebut? Apakah penumpang yang hanya duduk diam? Ataukah
pemerintah yang telah memberi perizinan? Atau produsen mobil yang menjualnya?
Tentunya hal ini adalah kesalaha yang semuanya adalah penanggung jawab. Maka
penggunaan teknologi ini adalah suatu kejadian besar, yang seharusnya
dirundingkan terlebih dahulu oleh seluruh komponen Negara sebelum dipasarkan
maupun diproduksi.

Lalu bagaimana jika teknologi otonom ini
diterapkan dan dapat menghentikan profesi masyarakat yang bekerja seperti supir
pribadi dan supir taxi online. Pasti akan menjadi salah satu permasalahan
masyarakat serta pemrintah dalam penanganan transportasi ini dan kesenjangan
masyarakat. 

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Teknologi otonom adalah teknologi yang dimana dapat
menyelesaikan permasalahan kemacetan serta angka kecelakaan. Teknologi yang
telah digunakan pada tahun 1930-an terus berkembang pesat dalam teknologi ini
sendiri. Namun untuk penerapan teknologi perlu penimbangan lagi terhadap
Negara-Negara yang masih mempunyai permasalahan dalam keadaan jalan, profesi
masyarakat sebagai supir itu sendiri, dan respon masyarakat terhadap teknologi
ini. Walaupun teknologi ini sudah diterapkan di Negara Amerika dan benua Eropa
tapi perlu sosialisasi atau negosiasi terhadap semua Negara dalam penggunan
teknologi ini, jika seluruh masyarakat dunia telah siap menggunakan teknologi
ini secara massal, maka manfaat dari teknologi ini sangat berguna tanpa adanya
permasalahan antara masyarakat dengan pemerintah serta produsen mobil otonom