PENDAHULUAN pengamanan data. Enkripsi juga tidak lepas dengan

PENDAHULUAN1.1.

Latar Belakang Perkembangan teknologi multimedia sangat pesat semakin banyak pula teknologimultimedia yang dihasilkan dan internet juga memungkinkan juga berpengaruhterhadap perkembangan dalam media digital. Sekarang jauh lebih mudahmemodifikasi dan menduplikasi informasi digital dengan itu dokumen-dokumen jugamudah untuk didistribusikan. Di samping itu banyak ancaman yang harus dihadapi.Oleh karena itu diperlukan penemuan perlindungan data yang mencangkup informasiyang bersifat pribadi yang seharusnya tidak dapat diakses secara umum. Jadi sekarangini kemanan data sangat penting dan enkripsi salah satu cara alternative terbaik untukpengamanan data.

Enkripsi juga tidak lepas dengan algoritma dan banyak algoritmayang memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. Penelitian ini akan mengetahuikorelasi enkripsi dan dekripsi dari DES dan AES serta dapat memutuskan untukmemakai algoritma DES ataupun AES. KAJIAN PUSTAKA2.1.Penelitian Terdahulu 2.1.1. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Aji Damura Depayusa,Diana danNasrul Hallim (2016) dengan judul “PERBANDINGAN ALGORITMA DESDAN ALGORITMA AES PADA TEKOLOGI QR-CODE” penelitian inibertujuan untuk mengetahui perbedaan antara algoritma DES dan algoritmaAES pada teknologi AQ-Code dengan metode yang digunakan adalah mentodepenelitian kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat perbandngancatatan waktu waktu algoritma DES memiliki ukuran lebih kecil disbandingdengan algoritma AES. 2.2.Kriptografi secara umum Kriptografi secara umum adalah ilmu dan senin untuk menjaga kerahasiaan berita atauinformasi (Sneider, 1996). Kriptografi bisa disebut juga ilmu yang mempelajari Teknikmatematika yangbberhubungan dengan aspek kemanan informasi seperti kerahasiaandata, keabsahan data, integritas data,serta autentikasi data (Knused, 1994).

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Tujuanmendasar dari ilmu kriptografi yaitu : Kerasihaan adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi informasi dari semuaorang kecuali yang mempunyai otoritas untuk mengetahui isi informasi tersebut. Integritas data adalah berhubungan dengan penjagaan dari berubahan data secaratidak sah. Maka sistem harus mempu untuk mendeteksi manipulasi data dari pihakyang tidak diinginkan antara lain pengapusa data,penyisipan dan pensubtitisian datake dalam data yang sebenarnya.

Autentikasi adalah dua pihak yang saling berkomunikasi harus salingmemperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasikeaslian,isi datanya,waktu pengiriman. Non repudiasi adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadappengiriman suatu informasi oleh pengirim informasi. Suatu data yang tidak disandikan disebut plaintext ,sedangkan data yang telahdisandikan disebuuta ciphertext.

Proses yang dilakukan untuk merubah plaintextmenjadi ciphertext disebut dengan enkripsi. Jika Proses yang dilakukan untuk merubahciphertext menjadi plaintext disebut dengan dekripsi. Jadi dalam kriptografi terdapatdua proses yaitu enkripsi dan dekripsi. Dalam proses enkripsi dan dekripsi diperlukankunci yang sama seperti table di bawah ini Algoritma kriptografi terdiri tiga fungsi dasar yaitu : Enkripsi merupakan pengamanan data yang dikirim kan agar terjaga kerahasiaannya. Pesan asli disebut plaintext yang diubah menjadi kode yang tidak dimengerti.

Dekripsi merupakan pesan yang dienkripsi dikembalikan ke pesan aslinya dari kode yang tidak dimengerti menjadi kode yang mudah dimengerti. 3. Kunci yang dimaksud disini adalah kunci yang dipakai untuk melakukan enkripsidan dekripsi.

Kunci ini biasanya sudah disepati oleh pihak yang mempunyaiotoritas informasi. 2.3.Block Cipher Block Cipher adalah skema algoritma sandi yang akan membagi text terang yangakan dikirimkan dengan Panjang kunci enkripsi dengan mengunkan kunci yang sama.Ada empat macam mode operasi block cipher : Electronic Code Book (ECB) Setiap blok plaintext dienkripsi cara individual dan independen menjasiciphertext. Cipher Block Chaining (CBC)Setiap bloc ciphertext bergantung tidak hanya pada blok plaintextnya tetapi jugapada seluruh blok plaintext sebelumnya. Hasil enkripsi blok diumpan balik kedalam blok yang current. Cipher Feedback (CFB)Pada mode CFb data dienkripsikan dalam unit yang lebih kecil dari pada ukuranblok.

Unit yang mengenkripsi dapat berupa bit per bit contoh : 2 bit, 3 bit, danseterusnya. Secara umum CFB n-bit mengenkripsi plaintext sebanyak n bit setiap kalinya. Mode CFB membutuhkan sebuah antrian yang berukuran sama denganukuran blok masukan. 2.

4.Algoritma AES Algoritma kriptogafi bernama Rijndel yang didesain oleh Vincent Rijndael dan JohnDaemen asal belgia keluar sebagai pemenang kontes algoritma kriptografi penggantiDES. AES ini merupakan algoritma block cipher dengan meggunakan sistempermutasi dan substitusi (P-Box dan S-Box) bukan dengan jaringan Feistel,jenis AESdibagi tiga yaitu : 1. AES-1282. AES-1923. AES-256 Pengelompokan jenis AES ini berdasarkan Panjang kunsi yang digunakan. Angka dibelakang AES menggambarkan Panjang kunci pada tiap AES. Yang membedakanAES ini dengan banyaknya round yang dipakai, AES-128 menggunakan 10 round,AES-192 menggunakan 12 round, AES-256 menggunakan 14 round.

AES memilikiukuran block yang tetap yaitu 128 bit,192 bit ,256 bit. Ukuran blok yang tetap AESbekerja pada matriks 4×4 yang dimana setiap 1 sel = 1 byte. Sedangkan Rijndaelsendiri dapat mempunyai ukuran matriks yang lebih dari itu dengan menambahkankolom sebanyak yang dibutuhkan. Secara umum metode yang digunakan dalampemrosesan enkripsi dalam algoritma ini seperti gambar dibawah ini. Aad Round KeyTahap awal dimulainya proses pada algoritma AES, pada dasarnyamenkombinasikan chiper text yang sudah ada dengan chipper key yangdimana cipher key terhubung dengan XOR. SubBytesSubBytes merupakan transformasi byte dimana setiap elemen state akandipetakan dalam table subtitusi yang di sebut S-Box.

ShiftRowsProses pergeseran pada setiap elemen blok yang diakukan per baris dengancara baris pertama tidak digeser kemudian baris ke dua di geser 1 byte danbaris ke tiga digeser 2 byte dan seterusnya. • MixColumnsMengoprasikan setiap elemen yan berada dalam suatu kolom state. Ada Sembilan factor perbandingan DES dan AES yaitu Panjang kunci, jenisciphertext,ukuran blok,dikembangkannya,ketahanan,keamanan,kemungkinankunci,kemungkinan ACSII kunci karakter yang daoat ditampilkan, waktu yangdibutuhkan untuk memeriksa semua kemungkianan kunci.

METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini menggunakan penulis menggunakan plaintext sebagai berikut : 1. KAUBERJUANGTERUS2. INDONESIACINTAKU3. FTIUKSWSALATIGAA4. ZZZZZZZZZZZZZZZS HASIL DAN PEMBAHASAN4.1.

Hasil Korelasi Enkripsi dan Dekripsi Plaintext Korelasi DES Korelasi AES KAUBERJUANGTERUS 0.149143392 0.045478021 INDONESIACINTAKU 0.237352725 0.143237966 FTIUKSWSALATIGAA 0.

408178814 0.00292903 ZZZZZZZZZZZZZZZS 0.355316601 0.

179179021 4.2.PembahasanKorelasi dalam algoritma DES dan algoritma AES dapat dilihat bahwa nilai padaalgoritma AES lebih mendekati 0 dan nilai pada algoritma DES lebih mendekati nilai1. 5. KESIMPULAN Setelah melakukan analisis,implementasi dan diakhiri dengan pengujian dari penelitianyang membandingkan algoritma DES dan algoritma AES maka dapat disimpulkan bahwa: Algoritma DES mempunyai ukuran kunci 56bit dan algoritma AES mempunyaiukuran kunci 128 bit,192 bit, 256bit Algoritma DES memiliki waktu proses yang lebih lama dibanding denganalgoritma AES yang lebih cepat prosesnya dikarenakan perbedaan prosesalgoritma.

Keakuratan deua algoritma hampir sama Dan dapat ditarik garis besarnya bahwa algoritma AES lebih baik disbanding algoritmaDES dikarenakan kecepatan dalam proses enkripsi dan dekripsi informasi. 6. DAFTAR PUSTAKA Damura Depayusa, Diana dan RM Nasrul Halim.2016.PERBANDINGANALGORITMA DES DAN ALGORITMA AES PADA TEKNOLOGI QR-CODE.Palembang:Universitas Bina Darma.

http://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jsi/article/view/739 Yuniati,Voni Gani Indriyanti dan Antonius Rachmat C.

2009.ENKRIPSI DAN DEKRIPSI DENGAN ALGORITMA AES 256 UNTUK SEMUA JENIS FILE.Yogyakarta:UKDW.

Jurnal Informatika, Vol: 5 No 1,April2009. https://sites.google.com/site/riksongultom/analisis-perbandingan-antara- algoritma-kriptografi-aes-dan-des