Pengusaha largest industry bigger than cars, agriculture or

 

Pengusaha Muda dalam  Membangun Masa Depan Pariwisata

 

 

 

 

Estin Wahyuni

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Economy And Business , Indonesia University
of Computer

3 Akuntansi 2

21115014

E-Mail : [email protected]

 

 

 

 

 

Abstrak

                          Building the State’s
economy, it is necessary for employers to create jobs to reduce the
unemployment rate of a country. In doing business, Entrepreneurs do not have to
wait to mature to start their business. The earlier try more experience will be
in the entrepreneur. A young entrepreneur must instill motivation in business
(). To be a successful entrepreneur at a young age is not easy. The first step
of an entrepreneur is determining what business he will be in? therefore, I am
going to present one of the business that is quite profitable to save is the
tourism business. In addition to helping the country’s economy, tourism
business also plays a role in the development of tourism image in the future              Carol , dalam
bukunya yang berjudul “Travel And Tourism” mengatakan bahwa Tourism is the
world’s largest industry bigger than cars, agriculture or electronics. spending
on tourism wordlwide was US & 800 bilion in 2005 and estimated to more than
double by 2020. The industry has a lot of foreign investment in foreign
countries, especially foreign-exchange earnings. this is the money a country
ears by selling things  other countries.
tourism is the main source of foreign-exchange warning for 38 percent of all
countries wirldwide

 

 

 

 

 

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

                            Indonesia merupakan
negara dengan beragam budaya, adat dan Bahasa. Selain itu,  Indonesia juga memiliki banyak sumber daya
alam yang unik dan menarik hingga menjadi daya Tarik bagi masyarakat local
maupun mancanegara . Banyak dari orang asing yang menjadikan Negara Indonesia
menjadi pilihan pertama untuk menghabiskan waktu liburan. Selain daya tariknya
yang sangat memikat  , wisata Indonesia
juga terkenal dengan biayanya yang murah . Negara Indonesia memiliki berbagai
jenis wisata , di darat maupun di laut.

                          Dari tahun ke tahun,
jumlah pengunjung asing yang datang ke Indonesia semakin pesat. Menurut data
kementrian pariwisata (KEMENPAR) jumlah wisatawan asing pada bulan adalah
sebanyak 814,303 orang di tahun 2016. Di tahun 2017 jumlah tersebut meningkat
hingga mencapai angka 1,037,930 pengunjung.

                             Indonesia memiliki
potensi alam yang sangat luas, Disinilah peran pengusaha dalam bisnis
pariwisata dalam melestarikan potensi alam Indonesia kedepan untuk selalu
memikat para pengunjung dengan memberikan inovasi terbaru dalam pengelolaan
sumber daya alam Indonesia supaya tetap memiliki daya Tarik untuk di kunjungi

 

 

 

 

 

BAB II METODE

  

 Ariekunto (2002:136) berpendapat bahwa metode
penelitian merupakan cara yang di gunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data
penelitianya.

         Dalam karya ilmiah ini, digunakan metode
deskriptif berdasarkan deskripsi secara sistematis, factual serta akurat Menggunakan
data yang bersumber dari beberapa situs resmi serta sumber elektronik book melalui
media Internet

            Penulis
melakukan riset melalui media internet dengan menjelajah berbagai yang situs
berisikan tentang pariwisata seperti hotel, travel & tour dan lainnya yang
kemudian akan membantu pembentukan karya ilmiah ini

 

 

 

 

 

Metode dalam Memasarkan
Bisnis Pariwisata

1.       Melalukan
Pengiklanan

Kegiatan pengiklanan  adalah kegiatan
yang intensif dalam waktu yang relative singkat. Dalam kegiatan promosi ,  di adakan usaha untuk memperbesar daya Tarik
produk wisata terhadap calon konsumen. Konsumen dan permintaanya tidak di garap
, tetapi produknya yang lebih di sesuaikan dengan permintaan konsumen . Untuk
mengadakan promosi , harus di sadari bahwa yang di distribusikan ke pasar
sering bukan produk yang sudah jadi , melainkan hanya komponen-komponennya
saja, seperti hotelnya, atraksinya, angkutannya dan lain-lain. Komponen itulah
yang masih harus di ramu kembali sehingga menjadi suatu produk paket wisata
yang lengkap . produk paket wisata yang sudeh lengkap dapat di susun sendiri
oleh wisatawan yang melakukan perjalanan , sehingga promosi pun harus di
tunjukan kepada calon wisatawan . cara ini biasa di sebut konsumen langsung
atau promosi langsung. Promosi langsung biasanya di lakukan oleh semua lembaga
yang bersangkutan dengan pemasaran produsen paket wisata , biro perjalanan umum
dana gen perjalanan . Banyak wisatawan membayar untuk produk yang sudah jadi
yang disusun oleh biro perjalanan. Maka jelaslah bahwa agen perjalanan juga
harus di jadikan sasaran promosi . cara seperti ini disebut promosi tidak
langsung. Tujuan promosi adalah menarik perhatian para biro wisata dengan
komponen-komponen produk pariwisata yang di tawarkan dan membuat mereka
bersedia untuk menjualnya

 

2.       Melakukan
analisis terhadap pemasaran pariwisata

Setiap pemasaran , terutama dalam pemasaran pariwisata, pada awalnya di
mulai dengan membuat analisis pasar wisata yang terdiri atas analisis persepsi
wisatawan . Berawal dari data inilah, strategi dalam melakukan  pemasaran harus di laksanakan. Langkah
strategis yang perlu di lakukan dalam pelaksanaan pemasaran adalah melakukan perencanaan
, pelaksanaan , pemantauan , dan yang lebih penting adalah evakuasi sebagai
umpan balik (Feedback)

                                                              

3.       Sistem
Informasi Pemasaran

Berperan sangat pentng karena calon wisatawan berkembang dinamis dari
waktu ke waktu. Keputusan harus cepat di ambil untuk kemudian membuat
perencanaan , pelaksanaan , pengorganisasian dan melakukan control , membuat
keputusan untuk melakukan pemasaran, dan mengkomunikasikan ke seluruh bagian
terkait . Keputusan di lakukan dengan penaposan , kesesuaian informasi dengan
informasi yang di butuhkan dan kesesuaian informasi dengan informasi yang di
butuhkan dan pendistribusian informasi. Dan lain-lain

 

 

 

 

 

 

BAB III Pembahasan

 

Enterpreneur And Building Tourism Business

        Paula,
dalam bukunya yang berjudul “how to be enterpreneur and keep your sanity”
mendifinisikan “entrepreneur is  A Person
who visualizes an idea or prossesses a burning desire to make a change through
hard work , dedication and determination , knowing that it will satisfy their
ultimate persoal and business objectives” atau bisa di artikan bahwa seorang
pengusaha adalah dia yang dapat memvisualisasi ide dan memiliki rasa yang
menggebu-gebu terhadap perubahan dengan cara bekerja keras, dedikasi dan
mengetahui object bisnis.

       
Enterpreneur meripakan usaha kreatif yang memiliki nilai tambah dan
memberikan banyak manfaat. Seorang entrepreneur harus memiliki sikap disiplin, komitmen
tinggi , jujur, kreatif dan inovatif, mandiri, serta realistis. Dalam
menjalankan usahanya, seorang entrepreneur harus memiliki kemampuan self knowledge
, imagination atau imajinasi , partical knowledge , search skill , foresight
atau pandangan ke depan, computation skill serta communication skill. Dalam menyusun
rencana bisnis, tentunya hal pertama yang di lakukan seorang entrepreneur adalah
menetapkan tujuan dan sasaran , yakni penjabaran atas tujuan usahanya antara
lain cray g akan ia gunakan serta survei lapangan, yang kedua peramalan
penjualan yaitu memperkirakan berapa besar peluang dalam menjual produknya
serta rencanya keuangan merupakan modal awal atau dana yang ia gunakan untuk berbisnis
tersebut

         Industri Pariwisata merupakan kumpulan
usaha pariwisata yang saling
terkait dalam menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan
wisatawan pada penyelenggaraan pariwisata. Dalam
industri pariwisata terdapat
berbagai usaha pariwisata, yaitu usaha
yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan
penyelenggaraan pariwisata. (Ismayanti :2009)

                
Penjadi pengusaha dalam bisnis pariwisata merupakan tantangan yang tak
mudah untuk di lalui, karena pengusaha tersebut di tuntut untuk selalu
memberikan ide dan terobosan baru dalam pengembangan bisnisnya dimana minimal
mereka harus dapat mempertahankan citra bisnis pariwisata yang ia jalani agar
tidak meredup.

          
Pengusaha Muda harus bergerak cepat dalam industry pariwisata. Karena pariwisata
merupakan suatu bisnis yang mengikuti trend dan perkembangan zaman. Sebagai contoh,
tempat liburan sering kali menjadi objek dalam pengambilan gambar. Semakin pengusaha
mengeluarkan inovasi maka semakin berkembang pula bisnis yang ia jalani. Bisnis
pariwisata selalu bertambah banyak di setiap tahunnya. Terbukti pada data table
jumlah pengunjung berdasarkan kementrian pariwisata Indonesia

 

 

 

 

 

 

Konsep dalam berbisnis pariwisata

1.      Pengunjung atau Wisatawan

Adalah Pemeran utama  dalam kegiatan wisata dimana berwisata menjadi
sebuah

 

Cabang-cabang usaha pariwisata

a.       Jasa transportasi wisata

Asalah usaha khusus yang menyediakan
angkutan untuk kebutuhan dalam kegiatan pariwisatan dan bukan angkutan
transportasi regular/umum

 

b.      Jasa perjalanan wisata

Adalah usaha biro perjalanan wisata dan
usaha agen perjalanan wisata. Usaha biro perjalanan wisata meliputi usaha
penyediaan jasa pernecanaan perjalanan dan/atau jasa pelayanan dan
penyelernggaraan pariwisata, termasuk penyelenggaraan perjalanan ibadah. Usaha
agen perjalanan wisata meliputi usaha jasa pemesanan sarana, seperti pemesanan
tiket dan pemesanan akomodasi, serta pengurusan dokumen perjalanan

 

c.       Jasa Kebutuhan Pangan

Merupakan usaha yang menyediakan  makanan dan minuman yang di lengkapi dengan penndukungnya
untuk proses pembuatan yang berupa restoran, kafe, jasa boga dan bar atau kedai
minum

 

d.      Penyedia Akomodasi

Merupakan usaha yang menyediakan elayanan
penginapan yang dapat di lengkapi dengan pelayanan pariwisata lain. Usaya
penyediaan akomodasi adalah usaha yang menyediakan pelayanan penginapan yang
dapat di lengkapi dengan pelayanan pariwisata lainnya. Usaha penyediaan
akomodasi dapat berupa hotel , villa, pondok wisata, bumi perkemahan ,
persinggahan , caravan , dan akomodasi lain yang di gunakan untuk tujuan
pariwisata

 

e.       Penyelenggara Kegiatan Hiburan dan Rekreasi

Merupakan usaha yang ruang lingkup
kegiatannya berupa usaha seni pertunjukan, arena permainan , karaoke , bioskop
, dan kegiatan hiburan serta rekreasi lain yang bertujuan untuk pariwisata

 

f.       Usaha Jasa Impresariat

Adalah kegiatan pengurusan ,
penyelenggaraan hiburan , baik yang berupa mendatangkan , mengirim ,  maupun mengembalikan serta menentukan tempat
, waktu , dan jenis hiburan

g.       Penyelenggara Pertemuan , Perjalanan
Insestif , Konferensi dan pameran

Adalah usaha yang memberikan jasa bagi
suatu pertemuan sekelompok orang , menyelenggarakan perjalanan bagi karyawan
dan mitra usaha sebagai imbalan atas prestasi , dan menyelenggarakan pameran
untuk menyebarluaskan informasi dan promosi suatu barang dan jasa yang berskala
nasional , regional , dan internasional

 

Dan masih Banyak lagi

 

 

 

Jenis Wisatawan

Dalam berbisnis pariwisata, pengusaha tentunya harus dapat memahami
perilaku wisatawan. Menurut hasil studi Westvlaams Ekonomisch Studiebureau dan
Horner (1998:88) dihasilkan tujuh jenis wisatawan berdasarkan destinasi
tujuan wisata

 

1.       Pencinta Laut
aktif atau active sea lovers

Wisatawan yang berwisata
ke pantai dan laut terdekat. Wisata bahari adalah tema perjalanannya dan segala
hal yang berkaitan dengan kelautan menjadi topik yang menarik untuk di bicarakan
. Ia tidak takut akan tantangan dunia maritime , bahkan jika ada kegiatan baru
di perairan , ia tidak segan melakukannya. Beberapa kegiatan yang di lakukan di
antaranya selam , selancar , sk air , berlayar , berperahu dan kegiatan lainnya
di laut

 

2.       Pelancong
berorientasi hubungan atau contact-minded holiday makers

Wisatawan yang senang
mendapatkan teman baru dan sangat ramah kepada masyarakat di daerah tujuan
wisata, Tujuan perjalanannya selalu berorientasi pada teman baru dan ia gemar
melakukan kontak social dengan siapapun dari level manapun. Tipe wisatawan ini
yang berpelilaki lintas budaya dan dia selalu mempelajari karakter budaya yang
hendak ia datangi

 

3.       Penikmat
pemandangan alam atau Nature Viewer

Wisatawan yang ingin di
terima dengan baik oleh penduduk local sehingga ia akan selalu mempelajari  hal-hal apa saja ang benar dan salah dari
lingkungan. Tipe wisatawan ini menikmati pemandangan dan bentang alam di daerah
tujuan wisata. Budaya dana lam baginya merupakan perpaduan yang unik dan bisa
memberikan pengalaman luar biasa

 

4.       Pencari
istirahat atau Rest-seekers

Satu tujuan wisata yang
di lakukan oleh wisatawan dari kelompok ini , yaitu beristirahat tanpa gangguan
siapa pun. Ia tidak ingin di ganggu oleh kegiatan apapun , selain liburan.
Wisata adalah wisata dan tidak ada dalam benaknya memadukan wisata dengan
bisnis karena baginya wisata adalah sebuah kegiatan mandiri. Ia memilih
tempat-tempat tersembunyi dengan fasilitas yang memadai dan dapat melindungi
privasi

 

5.       Penemu atau Discover

Wisatawan yang menyukai
wisata budaya dan ia juga menyukai wisata alam . kadang wisata petualang baik
yang bertema alam maupun budaya. Ia senang bertemu dengan sesuatu yang baru .
pantai yang perawan dan budaya yang asli menjadi bahan yang selalu di cari

 

6.       Wisatawan
keluarga pencinta matahari dan laut

Wisatawan ini selalu
berwisata dengan keluarga. Biasanya berada dalam kelompok besar dan melakukan
kegiatan wisata bersama anak-anak sehingga ia serin menjalani kegiatan wisata
yang ramah anak , supaya kegiatan wisata tersebut dapat di nikmati oleh
anak-anak ,  terutama anak-anak usia di
bawah lima tahun. Kelompok ini yang mendorong timbulnya klub anak-anak di
tempat-tempat wisata dengan beragam kegiatan kreatif seperti melukis , membuat
kerajinan  tangan , panjang pohon
,meluncur dengan tali dan kegiatan yang melatih motoric anak

 

7.       Wisatawan
Tradisionalis

Kelompok ini merupakan
orang-orang yang konservatif. Ia mengutamakan keamanan dan keselamatan
berwisata sehingga ia akan mencari tempat-tempat wisata yang aman dan nyaman .
sebisa-bisanya ia menghindari kegiatan wisata yang berisiko tinggi , apalagi
yang penuh dengan ketidak pastian .Isu politik sebuah negara , Misalnya menjadi
perhatian ketika ia akan berwisata. Meskipun telah memesan hotel di sebuah
negara , tetapi jika ia mendengar rumor buruk tentang negara tersebut ,
wisatawan ini akan langsung membatalkan pesanannya tanpa banyak berpikir
panjang

 

       Jika ditinjau berdasarkan pendapat di
atas pada dasarnya pengelompokan wisata menggunakan kesamaan prinsip setiap
pakar selalu mempertimbangkan perilakunya ketika berwisata, terutama dalam hal

1.       Memotivasi
Perjalanan;

2.       Preferensi
daerah tujuan wisata;

3.       Kegiatan wisata
selama berlibur; dan

4.       Jenis
perjalanan wisata