Penilaian Pustaka Tingkat Kematangan Tingkat kematangan merupakan model

Penilaian Kematangan Empat Proses AreaLevel 2 CMMI Versi 1.

2 di CV CreActive Indonesia  Anwar Sodik 1), ZeplinJiwa Husada Tarigan 2) 1) MahasiswaProgram Magister Teknik Industri ITATS2 )DosenMahasiswa Program Magister Teknik Industri ITATS Email : [email protected]   Abstrak.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk pengetahuipemanfaatan CMMI sebagai sebuah model pengukuran kematangan di CV CreActiveIndonesia. Dipilihnya level 2 pada penelitian ini karena CV CreActive Indonesiamasih merupakan sebuah perusahaan rintisan.

Selain itu dipilihnya level 2adalah sebagai langkah awal untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Perbaikanproses ini memungkinkan pengembangan perangkat lunak berjalan secara efektifdan efisien, biaya yang terkendali dan waktu pengerjaan perangkat lunak yangtepat waktu. Penelitian ini akan menghasilkan tingkat kematangan padaperusahaan dan juga rekomendasi perbaikan yang perlu dilakukan untuk menujupada tingkat selanjutnya.  Katakunci:CMMI, Capability Maturity Model Integration, softwarehouse, creactive indonesia .

 1.  PendahuluanSeiringdengan perkembangan teknologi informasi, maka kebutuhan akan perangkat lunakmenjadi semakin tinggi. Perangkat lunak tersebut diproduksi oleh sebuahperusahaan yang disebut dengan IndependentSoftware House (ISV). ISV merupakan sebuah perusahaan yang mengkhususkandiri pada pengembangan perangkat lunak. 1 ISV yangbaik akan menghasilkan produk yang berkualitas sehingga diharapkan produk yangdihasilkan mampu bersaing di era modern ini.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Produk yang mampu bersaing akanmembuat perusahaan memiliki daya saing yang baik. Hal ini tentunya juga perlumendapatkan perhatian dari pemerintah akan pentingnya peningkatan ISV diIndonesia. Produk perangkat lunak akan berkualitas tinggi apabila dibangunsesuai dengan kerangka kerja proses yang tinggi, jumlah cacat yang minimal, danmemenuhi ekspektasi pengguna. Hal tersebut untuk meminimalisir kegagalanperangkat lunak yang disebabkan ketidakkonsistenan, ketidaklengkapan, danspesifikasi kebutuhan yang tidak benar. 2 2. Tinjauan PustakaTingkat Kematangan Tingkatkematangan merupakan model CMMI staged.

Untuk memenuhi level tertentu, organisasi diwajibkan memenuhi seluruh goals (tujuan) yang telahditetapkan.  Setiap goals (tujuan) memiliki keypractices yang sudah ditentukan. Practices ini dbagi menjadi dua yaitu Generic Practices yang berlaku untukseluruh proses area dalam suatu level dan Specific Practices yang berlaku untuk masing-masing processarea. Dalam CMMItingkat kematangan dibagi menjadi lima tingkat, yaitu level 1 (initial), level 2 (managed), level 3 (defined),  level 4 (quantitatively managed) dan level 5 (optimizing) 3 Padalevel initial, organisasi cenderungmemiliki karakter yang  reaktif dan tidakdapat diprediksi. Proyek yang dikerjakan selesai, tetapi tidak jarang terlambatdalam pengerjaan dan melebihi estimasi biaya. Pada level managed perusahaan telah lebih mampu mengelola proyek yang sedang dikerjakan, telah lebih terukur, dan dapatmengedalikan variabel dalam proyek. Pada level defined perusahaan memiliki karakter yang lebih proaktif dalammenjalankan proyek, sudah memiliki panduan dalam pengerjaan proyek sesuai standardbaku yang ditetapkan.

Pada levelquantitavely managed perusahaan telah dapat dapat mengukurproyek yang ada  secara kuantitatif,telah mampu memprediksi timeline danbudget proyek dengan baik, dan mampu mempertemukan antara kebutuhan internaldan eksternal pemangku kepentingan. Pada level tertinggi, yaitu level optimizing perusahaan telah stabil, telahmampu mengidentifikasi kelemahan dan memperkuat proses dengan tujuan mencegahterjadinya cacat produk. 3. Metodologi PenelitianPenelitianini dilakukan di CV CreActive Indonesia yang merupakan ISV kecil yang baruberdiri pada tahun 2015. CV CreActive Indonesia beranggotakan 6 orang yangterdiri dari 1 system analyst, 2 programmer, 1 user interface designer, dan 1 user experience designer. Penelitian ini juga melibatkan klien dari CV CreActive Indonesia danpihak – pihak lain yang dirasa perlu untuk dilibatkan. Dari 7 Key Process Area (KPA) yang terdapat pada level 2 CMMIDev ver 1.

2 akan dikaji 4 proses yang ada yaitu Project planning (PP), ProjectMonitoringand Control (PMC), Requirement Management(REQM), dan Process andProduct Quality Assurance (PPQA). Project Planning (PP) bertujuan untukmemberikan definisi dan cakupan proyek yang akan dikerjakan, sedangkan Project Monitoring and Control (PMC)bertujuan untuk melakukan pengaswasan dan menjalankan fungsi control dalamsebuah proyek. Requirement Management (REQM) bertujuanuntuk mengelola persyaratan dari sebuah proyek, sedangkan Process and Product Quality Assurance (PPQA) bertujuan untukmengevaluasi hasil kerja secara menyeluruh dan objektif. Penelitian dimulaidengan memberikan pemahaman tentang CMMI secara menyeluruh kepada responden.

Kemudian akan diberikan instruksi tentang tata cara pengisian kuesioner,apabila responden sudah memahami tata cara pengisian kuesioner maka respondenmengisi kuesioner yang berbentuk penilaian terhadap pracetices yang ada darikey process area yang ada. Data yang ada kemudian diolah secara kuantatifsehingga menghasilkan data untuk dianalisa.Gambar 1.  Alur Penelitian4.

Hasil dan Pembahasan Berikut adala 4 Key Process Area dalam penelitian ini beserta Generic Goals dan Specific Goals Tabel 1. 4 Key Process Area CMMI Dev Level 2   Key Process Area Specific Practices Generic Practices Project Planning                           SP 1.1 Menetapkan cakupan proyek GP 2.1 Menetapkan peraturan organisasi SP 1.2 Menetapkan estimasi dari pengerjaan produk GP 2.

2 Melakukan perencanaan proses SP 1.3 Mendefinisikan Project Life Cycle GP 2.3 Menyediakan sumber daya SP 1.4 Menentuka estimasi biaya GP 2.

4 Menentukan pembagian tanggung jawab SP 2.1 Menetepakan biaya dan perencanaan waktu GP 2.5 Melakukan Pelatihan kepada anggota tim SP 2.

2 Mengidentifikasi Resiko Proyek GP 2.6 Mengelola konfigurasi SP 2.3 Merencanakan manajemen data GP 2.7 Melibatkan pemangku kepentingan yang relevan SP 2.4 Merencanakan sumberdaya untuk proyek GP 2.8 Memantau dan mengontrol proses SP 2.

5 Merencanakan akan kebutuhan pengetahuan dan keterampilan. GP 2.9 Mengevaluasi kepatuhan secara objektif SP 2.6 Merencanakan keterlibatan Stakeholder GP 2.10 Meninjau kembali status bersama dengan manajemen tertinggi SP 2.

7 Menetapkan Perencaaan Proyek                                               SP 3.1 Review rencana yang akan mempengaruhi proyek SP 3.2 Menyatukan tugas dan sumberdaya yang berada pada tingkatan yang sama. SP 3.3 Mendapatkan komitmen rencana Project Monitoring and Control                   SP 1.1 Memantau parameter perencanaan proyek SP 1.

2 Memantau komitmen SP 1.3 Memantau resiko proyek SP 1.4 Memantau manajemen data SP 1.5 Memantau keterlibatan stakholder SP 1.6 Melakukan review kemajuan proyek SP 1.7 Melakukan review milestone/roadmap SP 2.1 Menganalisa permasalahan SP 2.

2 Mengambil tindakan korektif SP 2.3 Mengelola tindakan korektif Requirement Management         SP 1.1 Memahami persyaratan SP 1.2 Memperoleh komitmen terhadap persyaratan SP 1.

3 Mengelola perubahan persyaratan SP 1.4 Menjaga pelacakan persyaratan SP 1.5 Mengidentifikasi antaran pengerjaan proyek dan persyaratan.

Process and Product Quality Assurance       SP 1.1 Mengevaluasi proses secara objektif SP 1.2 Mengevaluasi produk dan servis secara objektif SP 2.1 Mengkomunikasikan dan memastikan isu yang terjadi SP 2.

2 Menetapkan rekaman proses   Tabel 2 Nilai Tiap Practice daam Kuesioner Nilai Keterangan 1 Practice tidak dibutuhkan tetapi pernah tidak dilakukan 2 Practice terkadang dibutuhkan atau terkadang dilakukan 3 Practice ini secara normal dibutuhkan 4 Practice dibutuhkan dan dilakukan 5 Practice dibutuhkan  dan dilakukan dengan baik dan institutionalized  Gambar 2 menunjukkan bahwa pada processarea Project planning SP 2.5 Merencanakan akan kebutuhan pengetahuan dan keterampilan mendapatkan nilai yang paling rendah yaitu 1. Inimenunjukkan bahwa perusahaan belum mampun untuk melakukan perencanaan mengenaigambaran umum dan keahlian yang dibutuhkan sebelum melakukan pengerjaan proyek.Data pada tabel 3  menunjukkan bahwa perusahaan juga kurangmemiliki komitmen dalam memantau komitmen, walaupun memiliki kemampuan yag baikdalam menganalisa permasalahan.  Iniditunjukkan dengan SP 1.2 yang memiliki nilai palig rendah, sedangkan SP 2.

1memiliki nilai yang paling tinggi.   Gambar 2.  Nilai Key Process Area Project Planning Gambar 3.  Nilai Key Process Area Project Monitoring and Control Gambar 4.  Nilai Key Process Area Requirement Management Gambar 5.  Nilai Key Process Area Process and Product Quality Assurance Sedangkan untuk Key Process Area AreaRequirement Management sepertiditunjukkan pada gambar 4 terlihat bahwa SP 2.

1 yaitu Memperoleh komitmen terhadap persyaratan mendapat nilai tertinggi. Sedangkan padagambar 5 terlihat bahwa organisasi telah mampu menilai proses secara objektif,ini terlihat dari nilai poin 1.1 yang tinggi. Tabel 3 Nilai Rata-Rata setiap Key Process Area Key Process Area Nilai Rata-Rata Project Planning 2,9 Project Monitoring and Control 2,4 Process and Product Quality Assurance 2,5 Process and Product Quality Assurance 2,75 Dari tabel 3 terlihat nilai untuk masing-masing Key Process Area.

Terlihat bahwa padaArea Project Monitoring and Control mendapat nilai paling rendah, sedangkanpada Area Project Planning mendapat nilai paling tinggi.Simpulan dan SaranDari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa CV CreActive Indonesiamasih berada pada level initial, karena tidak terpenuhinya practicesyang sudah ditetapkan. Dan CV CreActive Indonesia diketahui baik dalammelakukan perencanaan proyek (Project Planning), tetapi kurang baikdalam melakukan fungsi kontrol dalam proyek. Sehingga pihak manajemendiharapkan lebih meningkatkan kontrol dalam proyek untuk meningkatkan kualitasproses pengembangan perangkat lunak, dan menghasilkan produk yang baik.

SelainProses Area ProjectMonitoring and Control perbaikan juga diperlukan pada Specific Practice yang masih memiliki nilai kurang dari 3. Denganperbaikan yang akan dilakukan di masa mendatang, diharapkan CV CreActiveIndonesia mampu untuk naik pada level selanjutnya yaitu level managed.  Ucapan Terima KasihPenulis mengucapkan terimakasih kepada  Dr. Zeplin Jiwa Husada Tarigan,S.T.

,M.M.T atas kesabaran dan perhatian beliau dalam membimbing penulis dalammeyelesaikan penelitian ini.  Daftar Pustaka1.      Sink,Eric.

2006. Business of Software. Apress, New York.2.

      F.Chen, “From Architecture To Requirements : Relating Requirements AndArchitecture For Better Requirements Engineering,” Pp. 451-455, 20143.      SoftwareEngineering Institute. 2006. CMMI for Development Version 1.

2:CMU/SEI-2006-TR-008 Technical Report. SEI, Pittsburgh.