Salah melalui sistem koperasi dalam sebuah gerakan yang

Salah satu pemikiran ekonomi politik yang mendapat tempatluas di dalam perdebatan ekonomi politik internasional adalah gagasan ekonomipolitik sosialisme.

Sosialisme adalah sebuah sistem sosial yang dilandaskanpada prinsip komune atau kebersamaan, di mana pemilikan alat-alat produksi (meansof production) dan distribusi adalah bersifat kolektif.1Tulisan ini akan membahas mengenai gagasan yang diperkenalkan oleh para pemikirsosialisme yang berfokus pada tiga tokoh, yakni Plato, Robert Owen, dan KarlMarx. Kemudian, akan dibahas mengenai kontribusi dan pengaruhnya terhadapperjalanan ekonomi politik internasional. Selanjutnya, akan dibahas mengenaipengaruh kepada konteks kekinian. Terakhir, akan penulis berikan simpulan danrefleksi terhadap pemikiran ini.Para pemikir SosialismeSosialisme merupakan pemikiran yang sebenarnya sudahdapat dilacak sejak Plato.

Pemikiran Plato mengenai uang dan ekonomi sedikitbanyak telah memberikan sumbangsih terhadap pemikiran sosialisme. Dalam buku Republicof Plato, Plato menjelaskan pandangannya terhadap ekonomi dengan menyatakanbahwa uang adalah sesuatu yang membentuk sebuah sistem yang artifisial (dapatdipahami sebagai sistem ekonomi) yang membuat terjadinya subordinasi antaraorang yang berada di atas dengan yang berada di bawah. Orang yang menghambakandirinya kepada uang menjadi budak dari suara-suara otoritatif di tempat danwaktunya sendiri yang pada akhirnya membentuk sebuah hirarki nilai.2Pemikiran Plato ini biasa dikategorikan sebagai Sosialisme Utopis dan hanyaberada pada tataran filosofis.Setelah Plato, pada abad ke-18 konsep sosialisme jugadiperkenalkan oleh Robert Owen (1771-1858) melalui sistem koperasi dalam sebuahgerakan yang disebut dengan cooperative movement.

Pemikirannya tumbuh dimasa Revolusi Industri di Inggris. Dia merupakan seorang pemikir yang tidakmemandang kebebasan sebagai hal yang ada pada diri manusia. Dalam pandangannya,keadaan seseorang tidak akan berubah kecuali dengan mengubah kondisilingkungannya.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

3 Menurutnyajuga, persaingan antara buruh dengan mesin merupakan penyebab terjadinyakesulitan di masyarakan dan solusinya adalah persatuan dari kaum buruhmembentuk sebuah kerja sama.4Pemikiran Owen ini kemudian diaktualisasikan dalam pergerakan koperasi.Tonggak besar dalam pemikiran ekonomi politik Sosialismeadalah ketika Karl Marx menuangkan idenya bersama dengan muridnya, FriedrichEngels. Karl Marx mengkritik gagasan ekonomi politik Liberalisme yang digagasoleh Adam Smith.

Pemikirannya amat dipengaruhi oleh dua filsuf Jerman, Hegeldan Ludwig Feuerbach. Dari Hegel, Marx mengembangkan pemikiran dialektikamaterialisme dan dari Feuerbach dia terinspirasi untuk mengkritik agamaKristen.5Dalam memandang kapital, Marx memberi kritik terhadap Smith yang memandangnyasebagai sebuah benda. Menurut Marx, yang disebut dengan kapital adalah relasisosial yang membentuk sebuah dominasi dan pada akhirnya menjadi instrumenproduksi.6Lebih jauh, Marx juga melihat adanya ketidakadilan dalam ekonomi liberal AdamSmith. Menurutnya, kapitalisme menjadi sebab terjadinya konflik antarkelas antarakelas kapitalis dengan kelas buruh, atau antara kelompok penindas dengan yangditindas.

7Pokok Pikiran SosialismePemikiran sosialisme memiliki dua ketidaksetujuanterhadap liberalisme. Pertama, ketika liberalisme menekankan peran individu, sosialismemenekankan peranan tersebut pada komunitas, kerja sama, dan asosiasi. Kedua,ketika liberalisme mendukung penuh adanya pergerakan dalamperusahaan-perusahaan kapitalis, sosialisme melihat bahwa proses itumenyebabkan ketimpangan dan membuat orang-orang miskin tidak punya pilihan,selain bekerja kepada para kapitalis dengan upah yang minim.8Mereka membedakan antara labour dengan labour power. Dalampandangan mereka, labour adalah sebuah aktivitas bekerja yang melakukanproduksi barang. Sementara labour power itu adalah buruh yang bekerja.

9Ide mengenai anarkisme juga mempengaruhi sosialisme. Pengaruh terbesarnyaadalah pada ide perihal perlawanan besar terhadap institusi negara danmenghendaki adanya revolusi di masyarakat terhadap negara.10Dari sisi ini, sosialisme kemudian membawa pengaruhterhadap kebijakan ekonomi yang negara pilih. Sosialisme, terutama yangdiperkenalkan oleh Marx, pada dasarnya mengambil titik tolak yang serupa denganliberalisme. Mereka melihat bahwa buruh merupakan modal yang bernilai dalamekonomi. Pemikiran ini diilhami dari teori nilai yang diperkenalkan oleh DavidRicardo. Bertolak dari pemahaman ini, sosialisme melihat adanya eksploitasikaum buruh oleh kalangan kapitalis. Jika dalam pandangan ekonomi liberal keuntungandidapat dari perputaran komoditas, sosialisme melihat keuntungan didapat dariproses produktif sebuah perusahaan.

11Sosialisme Marx juga memperkenalkan adanya dua sektor utama dalam perekonomian.Pertama ialah memproduksi alat untuk konsumsi dan kedua adalah alat untukproduksi. Keduanya akan mencapai titik ekulibrium ketika seluruh hasil produksikedua sektor tersebut terserap sempurna dalam perekonomian.12Peran negara dalam pemikiran sosialisme adalah melakukan distribusi barangproduksi kepada masyarakat yang terorganisasi, dan akan kembali kepada negaraitu sendiri.13Perkembangan ekonomi sosialisme selanjutnya ialah ketikaia berevolusi menjadi komunisme, sebuah cita-cita tertinggi yang Marx jugatuliskan dalam buku ‘Manifesto Komunis’. Akan tetapi, karena ia menghendakiadanya revolusi dalam sebuah negara, pandangan ini tidak terlalu diterima diBarat.

Bahkan, seperti yang disimpulkan oleh Skousen, prediksi Marx telah gagalterbukti dalam banyak kejadian bersejarah di dunia.14Sosialisme di masa kiniDalam konteks kekinian, pemikiran sosialisme memang masihcukup dirasakan pengaruhnya. Pertama, ia bergeser menjadi sosialis demokrasi.Adanya paham sosial demokrat menunjukkan bahwa tidak selamanya sosialismeberujung pada tindakan anarkis dan bisa dijalankan secara damai.

15Paham sosial demokrat ini berkembang di Swedia pada masa interwar period.Konsepsi mereka perihal sosial demokrat ialah mereka melihat negara sebagaisebuah rumah bersama, yang mana tidak boleh ada satu pun anak yangdiistimewakan dan tidak boleh ada satu pun anak yang mengeksploitasi saudaranyauntuk keuntungannya sendiri. Dalam rumah yang baik dikedepankan prinsippersamaan, konsiderasi, kerja sama, dan saling tolong menolong.16Prinsip sosial demokrat di Swedia ini berdasarkan padalima tema utama. Pertama, demokrasi integratif, yakni berpegang teguh padaprinsip-prinsip demokratis pada saat pengambilan keputusan. Kedua, adanyakonsepsi mengenai negara sebagai rumah bersama. Ketiga, keadilan sosial ekonomidipandang sebagai hal yang komplementer dengan efisiensi ekonomi, bukan sesuatuyang bertentangan. Keempat, ekonomi pasar dipegang bersama oleh masyarakat.

Kelima, melakukan ekspansi terhadap pengamanan kebebasan memlih dalam sektorpublik dengan memberikan jaminan keamanan kepada warga.17Pandangan sosialisme di Barat juga merujuk padakeberadaan sekelompok cendekiawan yang dinamakan sebagai ‘kiri baru’, sepertiNoam Chomsky. Pergeseran sosialisme juga terjadi di Barat yang berfokus padaketimpangan pendapatan dalam ekonomi, seperti yang dilakukan oleh JosephStiglitz. Meski mereka menganut prinsip-prinsip liberal, akan tetapi idesosialisme, terutama mengenai kesetaraan, terlihat berpengaruh dalam berbagaipandangan mereka.

Namun, pandangan sosialisme itu tidak mereka terima secarakeseluruhan.18Pada akhirnya, pada masa kini, pandangan sosialismetampak tidak berkembang secara penuh. Sebab, sosialisme umumnya tidak terlalumendapat tempat dalam publik karena dianggap mengancam orang-orang yang merasaterganggu kepentingannya, seperti kalangan kapitalis. Membentuk masyarakatsosialis mungkin dapat dikatakan utopis untuk masa kini, apalagi dengan contohbanyak kegagalan negara komunis, yang merupakan titik ekstrem sosialisme,seperti Uni Soviet. Dapat disimpulkan, bahwa ide ekonomi politik sosialismesulit berkembang sebab dua hal.

Pertama, dari dalam kalangan sosialis itusendiri yang mengalami pergeseran sebab adanya beberapa kegagalan. Kedua,tantangan dari kalangan liberalis yang merasa terancam dengan ide sosialisme,dan mereka tetaplah yang memiliki pengaruh terkuat dengan sistem ekonomiliberal di dunia seperti saat ini.  Daftar PustakaDelarnov, Ekonomi Politik,(Jakarta: Erlangga, 2006)Dowd, Douglas F.

, “Robert Owen” dalam EncyclopaediaBritannica Online. Diakses pada 17 September 2017, https://www.britannica.com/biography/Robert-Owen#toc5434 Newman, Michael, Socialism: A VeryShort Introduction, (Oxford: Oxford University Press, 2005)Plato dan Allan Bloom, The Republicof Plato, 2nd edition. (United States of America: Basic Books,1991)Roncaglia,Alessandro, A Wealth of Ideas: A History of Economic Thought,(Cambridge: Cambridge University Press, 2005)Screpanti, Ernesto dan Stefano Zamagni, AnOutline of the History of Economic Thought, 2nd ed., (Oxford:Oxford University Press, 2005)Skousen, Mark, The Big Three inEconomics: Adam Smith, Karl Marx, and John Maynard Keynes, (New York: M.E.

Sharpe, 2007)Tabb, WilliamK., Reconstructing Political Economy: The Great Divide in Economic Thought,(New York: Routledge, 1999)von Meises,Ludwig, Socialism: An Economic and Sociological Analysis, (Yale: YaleUniversity Press, 1951)1 Delarnov, EkonomiPolitik, (Jakarta: Erlangga, 2006), hlm. 392 Plato dan Allan Bloom, TheRepublic of Plato, 2nd edition. (United States of America: BasicBooks, 1991), hlm. 3333 Ernesto Screpanti danStefano Zamagni, An Outline of the History of Economic Thought, 2nded.

, (Oxford: Oxford University Press, 2005), hlm. 1404 Douglas F. Dowd, “RobertOwen” dalam Encyclopaedia Britannica Online. Diakses pada 17 September2017, https://www.

britannica.com/biography/Robert-Owen#toc5434 5 Mark Skousen, The BigThree in Economics: Adam Smith, Karl Marx, and John Maynard Keynes, (NewYork: M.E. Sharpe, 2007), hlm. 716 William K. Tabb, ReconstructingPolitical Economy: The Great Divide in Economic Thought, (New York:Routledge, 1999), hlm.

797 Deliarnov, EkonomiPolitik, hlm. 418 Michael Newman, Socialism:A Very Short Introduction, (Oxford: Oxford University Press, 2005), hlm. 69 Alessandro Roncaglia, AWealth of Ideas: A History of Economic Thought, (Cambridge: CambridgeUniversity Press, 2005), hlm. 25110 Michael Newman, Socialism:…,hlm.

1511 Roncaglia, A Wealth ofIdeas…, hlm. 25612 Ibid, hllm. 25713 Ludwig von Meises, Socialism:An Economic and Sociological Analysis, (Yale: Yale University Press, 1951),hlm.

5614 Mark Skousen, The BigThree in Economics…, hlm. 9015 Michael Newman, Socialism…

,hlm. 4916 Ibid, hlm. 5317 Ibid, hlm. 5618 Ibid, hlm. 141